Home / Berita / Opini / PKS, Bukan 30 Hari Mencari Cinta

PKS, Bukan 30 Hari Mencari Cinta

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
(Dok PKS Jakarta)
Ilustrasi. (Dok PKS Jakarta)

dakwatuna.comSejak hari pertama saat banjir melanda ibukota, bahkan hingga hari ini, baik kader maupun relawan dari Partai Keadilan Sejahtera, atau yang lebih kita kenal dengan sebutan PKS, masih tampak bekerja tanpa kenal lelah dan letih untuk membantu para korban banjir ibukota. Bahkan, selang hari pertama, Partai Keadilan Sejahtera sudah bergerak aktif nan cepat dalam penanganan banjir dengan mendirikan puluhan posko ber-call center yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.

Tidak hanya itu, mereka -para kader Partai Keadilan Sejahtera- turut turun langsung kelapangan guna meringankan beban korban banjir Ibukota. Mulai dari pendirian posko, penyisiran korban, upaya pengiriman bantuan ke daerah-daerah yang sulit dilalui, pemberian pakaian layak pakai, pelayanan kesehatan, bakti sosial, hingga kerja bakti ikut bergotong royong membersihkan lumpur yang mengendap di rumah-rumah warga yang terkena amuk banjir Jakarta tempo lalu, dan masih banyak lainnya.

Sesuatu yang lebih mengejutkan, walaupun banjir sudah surut di beberapa daerah, namun semangat para kader Partai Keadilam Sejahtera untuk membantu korban banjir ibukota tidaklah surut. Salah satu contohnya seperti yang saya lihat di wilayah kelurahan Duren Tiga, walau banjir di beberapa tingkat RT kawasan Duren Tiga sudahlah surut, namun aksi kemanusiaan dari Partai Keadilan Sejahtera seperti pelayanan kesehatan, pembagian pakaian layak pakai dan bakti sosial lainnya tetaplah berjalan. Tanpa kenal musim.

Kegiatan seperti itu sangat disambut baik oleh masyarakat sekitar. Sejak pagi, tepatnya sejak pukul 7.00 WIB, masyarakat RT 13,14 dan Rw 05 Kelurahan Duren Tiga sudah berbondong-bondong menyambangi posko bakti sosial Partai Keadilan Sejahtera DPRa Duren Tiga. Posko Partai Keadilan Sejahtera tidak hanya ditujukan untuk masyarakat wilayah tertentu, akan tetapi posko bakti sosial terbuka secara umum untuk seluruh masyarakat. Saat ikut berpartisipasi membantu mereka, tanpa sengaja saya memperhatikan ada seorang kakek pemulung berjalan ke arah posko. Saya yakin betul pemulung tersebut bukanlah masyarakat sekitar, namun saat sampai di posko, pemulung kakek tua itu pun mendapatkan pelayanan yang sama baiknya seperti masyarakat  lain.

Di Posko tersebut sangat kental rasa kekeluargaan dan kerjasama yang saya rasakan. Baik kekeluargaan dan kerjasama sesama kader, simpatisan maupun kepada masyarakat. Waktu terus berjalan, matahari sudah menampakkan sengatnya kala itu, tetapi posko partai keadilan sejahtera masih dipenuhi oleh masyarakat sekitar. Walau begitu, senyum masih merekah di wajah-wajah letih mereka. Tersenyum sebab masyarakat pun ikut tersenyum. Tersenyum, sebab masih dapat memberikan kebermanfaatan bagi sekitar terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.

Saya jadi teringat saat masa-masa pemilihan kepala daerah DKI Jakarta tempo lalu, saat itu saya pernah menanyakan kepada warga perihal Partai Keadilan Sejahtera.  Mereka dengan polos menjawab, “Baksosnya.” Ada pula warga yang menjawab, “Di lingkungan sini kalau banjir bisa se dada orang dewasa, mbak. Susah dilewatin orang, paling cuma orang-orang PKS yang berani ke sini.”

Subhanallah, begitu berkesannya “baksos” Partai Keadilan Sejahtera di hati masyarakat. Hingga ketika mereka ditanya perihal apa itu Partai Keadilan Sejahtera, maka mereka akan menjawab mengenai kegiatan kemanusiaan Partai Keadilan Sejahtera selama ini. Baik dulu, sekarang maupun nanti.

Itu membuktikan bahwa apa yang dilakukan Partai Keadilan Sejahtera saat ini bukanlah dalam rangka 30 hari mencari cinta, musiman atau mencari simpati dari masyarakat untuk kepentingan tertentu. Sungguh tidak! Lha, wong pilkada saja sudah kalah, event akbar 2014 pun masih jauh, apalagi ditambah psikologis mayoritas masyarakat kita sebagai manusia biasa yang mudah lupa, sehingga memakai logika pun kita semestinya sudah dapat menilai, apa yang dilakukan oleh Partai Keadilan Sejahtera saat ini sangatlah tidak mungkin untuk pencitraan maupun mengambil simpati masyarakat.

Biarlah semua nyinyir dan miring berkata, toh apapun yang dilakukan Partai Keadilan Sejahtera, bagi mereka yang tidak suka tetap saja akan selalu tampak negatif. Mulai dari tuduhan pencitraan, informasi-informasi yang di ‘plintir’, kampanye terselubung, hingga di ‘bully’ habis-habisan oleh media-media sekuler. Intimidasi-intimidasi seperti itu tentu bukanlah menjadi hal yang baru lagi bagi mereka kader PKS.

Tetapi alangkah bijaknya jika kita mampu menilai sesuatu secara berintelektual dan objektif. Sehingga walau dalam ketidaksukaan dan kebencian setinggi apapun terhadap sesuatu, kita tetap dapat menilai sesuatu secara adil.

“Dan jangan sampai karena kebencianmu terhadap suatu kaum menyebabkan kamu tidak berlaku adil.” (QS. Al-Maidah: 8).

Tetap semangat, tetap bekerja dalam menyebar kebermanfaatan, ikhwah! Harapan Itu Masih Ada! Semoga Ridha Allah membersamai. Allahu’alam…

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sari Asma Anggar
Penulis berkulit sawo matang ini sudah menyukai dunia tulis menulis sejak masih berusia 8 tahun. Baginya, menulis merupakan suplemen jiwa. Alasan lain yang membuatnya menyukai dunia tulis menulis adalah Dengan tulisan, bisa jadi kita mampu mengubah peradaban
  • opik

    cie cie di muat lagi nih :D
    #Keren

  • Mohammad Ihsan

    kalo media sekuler mah dah banyak ya, banyak di miliki oleh partai politik. Media ibarat lalat berhidung merah…. itu pepatah orang aceh. salah info jadi fitnah.

Lihat Juga

Ilustrasi (inet)

Surat Cinta dari Mahasiswa untuk MUI