Home / Berita / Internasional / Asia / Sri Langka akan Hentikan Pengiriman TKW ke Arab Saudi

Sri Langka akan Hentikan Pengiriman TKW ke Arab Saudi

Bendera Sri Langka
Bendera Sri Langka

dakwatuna.com Kamis (24/1) Sri Lanka secara bertahap akan menghentikan pengiriman tenaga kerja wanita (TKW) ke Arab Saudi sebagai pembantu rumah tangga setelah seorang warga Sri Lanka dieksekusi di negara kerajaan itu, kata pemerintah Kolombo.

Sri Lanka memanggil utusannya untuk Arab Saudi sebagai tanggapan terhadap hukuman pancung Rizana Nafeek pada 9 Januari. TKW itu djatuhi hukuman mati pada tahun 2007 setelah didakwa membunuh bayi majikannya ketika dia sedang menyusu melalui botol, lapor Reuters.

Pemerintah menyatakan pihaknya akan menaikkan usia minimum bagi wanita yang bekerja sebagai pembantu di Arab Saudi menjadi 25 tahun dari usia 21 tahun saat ini.

“Idenya adalah penghentian secara bertahap,” kata juru bicara pemerintah Keheliya Rambukwella. “Kami tak bisa menghentikannya segera. Ini proses bertahap dan menaikkan batas usia sebagai bagian dari rencana itu.”

Sebanyak sepertiga dari dua juta pembantu asal Sri Lanka yang bekerja di luar negeri berada di Arab Saudi, menurut data Biro Tenaga Kerja Luar Negeri Sri Lanka.

Banyak rumah tangga di Timur Tengah sangat bergantung pada para pekerja domestik dari negara-negara Afrika dan Asia Selatan.

Dalam beberapa kasus, para pembantu rumah tangga menyerang anak-anak majikan setelah mereka sendiri mendapat perlakuan kasar. Dalam kasus Nafeek, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan leher bayi perempuan itu dicekik setelah terjadi perselisihan antara Nafeek dan ibu sang bayi itu. (dkw/antara)

About these ads

Redaktur: Samin Barkah, Lc., ME

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Hamas Bantah Pernyataan Al-Amir Turky Al-Faishal