Home / Berita / Nasional / Jelang Pemilu 2014, PAN Tegaskan Sebagai Partai Terbuka

Jelang Pemilu 2014, PAN Tegaskan Sebagai Partai Terbuka

Sekjen PAN Taufik Kurniawan. (inet)
Sekjen PAN Taufik Kurniawan. (inet)

dakwatuna.comPartai Amanat Nasionnal (PAN) di awal pendiriannya dikenal sebagai partai berbasis agama Islam. Namun menjelang Pemilu 2014 PAN menegaskan sikap sebagai partai terbuka terhadap semua kalangan.

“Karena itu saya selalu mengingatkan kepada lembaga survei dan pengamat bahwa PAN adalah partai pluralis yang terbuka. PAN akan menjadi miniatur kebhinekaan bangsa ini,” kata Sekjen PAN Taufik Kurniawan, Rabu (23/1/2013), sebagaimana dilaporkan detikcom.

Taufik mennuturkan, PAN mengedepankan kemajemukan. Sehingga dalam perkembangannya PAN tak lagi menjadi partai Islam saja, namun telah menjadi partai nasionalis yang terbuka.

“Identitas PAN juga menjadikan agama sebagai landasan moral dan etika, yang menghargai kemajemukan dan memperjuangkan kedaulatan rakyat. Dari azas, identitas, maupun AD/ART sudah sangat jelas bahwa PAN adalah terbuka dan plural,’’ tegas wakil Ketua DPR tersebut.

Taufik tak khawatir dengan menegaskan sikap PAN sebagai partai terbuka kemudian akan kehilangan basis pemilih dari kalangan Muhammadiyah. Partai Islam memang telah bergeser haluan ke partai nasionalis religius.

“Pak Amien (Amien Rais, Red) dan Ketua Umum (Hatta Rajasa, Red) terus mengingatkan bahwa basis kita tidak hanya umat Islam saja. Tapi PAN adalah partai yang terbuka. Tinggal bagaimana kader-kader PAN meneruskan pesan Pak Amien dan Ketua Umum,” katanya. (van/trq/detikcom)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Saleh Partaonan Daulay, Wasekjend PAN. (fraksipan.com)

Serang Amin Rais, Bukti Kalau Ahok Anti Kritik