Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Siapakah Para Pemuda Masa Kini?

Siapakah Para Pemuda Masa Kini?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (kawanimut)
Ilustrasi (kawanimut)

dakwatuna.com – Berkali-kali mengelus dada dengan pemberitaan di media massa. Ada seorang anak SD berniat bunuh diri karena ditolak cintanya. Masya Allah, apa yang ada di benaknya saat dia berniat melakukan itu? Meski dia ditolak cintanya oleh seorang anak perempuan seusianya, tetapi masih ada ayah dan ibu yang mencintainya sepenuh hati. Iya, kan?

Belum lagi pemberitaan tentang pelajar SMK yang menghamili temannya putrinya dan membunuhnya agar jejaknya hilang. Kemudian, ada berita tentang tawuran pelajar di ibukota dan sebagainya.

Astaghfirullah …

Itulah potret buram remaja-remaja kita masa kini. Meskipun saya yakin, masih banyak pelajar yang shalih dan shalihah tapi tidak terekspos keshalihan mereka karena lebih mencorongnya berita-berita buruk. Semoga ini tidak mengartikan bahwa saya setuju dengan apa yang menjadi slogan “berita buruk adalah berita bagus untuk media”.

Beberapa waktu yang lalu, saya, sebagai ibu, tergelitik dengan kata-kata Prof. Yusuf al-Qaradhawi yang mengatakan: “Apabila kita hendak melihat wajah negara pada masa hadapan, lihatlah generasi muda pada hari ini”.

Kalau melihat realita sekarang, sungguh saya tidak yakin, air mata ini akan segera mengering. Fenomena K-POP, miss gadget, pelajar fesbuk atau otak twit menjadi bahan ejekan sehari-hari yang justru membuat mereka bangga.

Mereka lebih hafal nama-nama mereka fans mereka, bandingkan dengan nama-nama pemuda-pemuda sahabat Rasulullah SAW yang jauh hebat dari lee Min Hoo. Sebut saja, Zaid bin Tsabit, Usamah bin Zaid, Mus’ab bin Umair dan Tha’labah bin Abdul Rahman.

Mereka lebih hafal lagu-lagu idola mereka, dibandingkan dengan hafal ayat-ayat dalam Al Qur’an. Mungkin mereka akan lebih semangat menjawab ketika ditanya berapa lagu K-POP yang sudah dihafalnya dibandingkan berapa juz Al Qur’an yang sudah dihafalnya.

Sungguh memprihatinkan sekali.

Jadi? Bagaimana dan apa sih sebenarnya seorang pemuda itu? Mengapa begitu istimewa kedudukannya?

As Syabab atau Pemuda, di dalam kamus KBBI adalah orang muda laki-laki; remaja; teruna.  Atau bisa diterjemahkan pemuda itu sebagai generasi muda.

Sementara itu, di dalam kamus bahasa Arab, makna As Syabab atau pemuda itu adalah lelaki yang masih muda atau anak-anak muda. Biasanya As Syabab adalah sebutan untuk anak-anak usia sekolah. Tetapi di dalam hadits, untuk lelaki di bawah usia 40 tahun masih disebut sebagai as syabab atau pemuda.

Di dalam Al Qur’an, Allah SWT dengan jelas menyebutkan definisi pemuda atau as syabab tersebut di dalam surat Al Kahfi ayat 13

نَّحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِالْحَقِّ ۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى [١٨:١٣]

“Kami ceritakan kepadamu (wahai Muhammad) perihal mereka dengan benar sesungguhnya mereka itu orang-orang muda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahi mereka dengan hidayah petunjuk”.

Menurut As Syahid Hasan Al Banna, As Syabab atau pemuda itu adalah:

  1. Pilar Kebangkitan Umat
  2. Rahasia kekuatan dalam setiap kebangkitan
  3. Panji dari setiap fikrah

Rasululullah SAW bersabda: ”Aku berpesan kepadamu supaya berbuat baik kepada golongan pemuda, sesungguhnya hati mereka paling lembut. Sesungguhnya Allah telah mengutusku membawa agama Hanif ini, lalu para pemuda bergabung denganku dan orang-orang tua menentangku” (HR. Bukhari)

Pemuda, adalah harapan bangsa. Kedudukan begitu istimewa, sampai Rasulullah mewasiatkan untuk berbuat baik pada golongan kaum belia ini, karena hati mereka lembut.

Para pemuda yang pertama kali bergabung dengan Rasulullah mengusung agama yang hanif, Islam.

Ingatkah saat Ali bin Abi Thalib, seorang pemuda belia dengan gagah berani menggantikan posisi Rasulullah di pembaringannya ketika ada ancaman pembunuhan yang direncanakan oleh bangsa Quraisy?

Ingatkah saat Zaid bin Tsabit, seorang sahabat Rasulullah SAW yang bergabung dengan Islam saat usianya 11 tahun ketika terjadi perang Badar. Beliau seorang sahabat belia yang menghafal ayat dan surat yang diturunkan Allah kepada Rasulullah.

Zaid bin Tsabit adalah pemuda yang cerdas sehingga Rasulullah mengangkatnya menjadi asisten Nabi untuk menulis wahyu yang turun dan menulis surat kepada orang Yahudi, meskipun dia masih belia.

Ingatkah pada Mush’ab bin Umair, seorang remaja Quraisy, pemuda tampan, anak seorang bangsawan yang gagah berani. Meskipun berkecukupan, beliau lebih memilih meninggalkan gemerlapnya dunia, karena Mush’ab bin Umair lebih mencintai Allah SWT dan Rasulullah SAW dari dunia dan seisinya.

Mush’ab bin Umair juga seorang pemuda yang menjadi Duta Pertama Islam di Madinah. Dan berhasil membangun masyarakat Islam di sana. Beliau juga menjadi seorang guru pertama di Madinah. Dan itu dilakukan saat usianya muda. Usia belia! Subhanallah.

Tidak irikah kepada Mark Zuckerberg, usia belia sudah menjadi pemilik Facebook yang kalian gunakan setiap hari. Meskipun tidak belajar di bangku sekolah formal, dia bisa membuat sesuatu hal yang baru dan dirasakan manfaatnya oleh orang banyak, bahkan di seluruh dunia.

Pemuda Islam bisa melakukannya lebih dari itu.

Islam pernah gemilang di tangan para pemudanya. Kini giliran pewaris-pewarisnya yang menunaikan tugas mulia ini.

Harapan kepada pemuda Islam sangat besar. Hal ini diungkapkan oleh As Syahid Hasan Al Banna dalam risalahnya, ‘Kita maukan jiwa yang hidup, kuat dan bertenaga. Kita maukan hati yang terus menyala. Kita maukan perasaan yang bergejolak membara. Kita maukan ruh yang bercita-cita tinggi. Kita maukan jiwa yang membayangkan betapa tingginya impian dan berusaha meraihnya.”

Kejayaan Islam di tangan para pemuda.  Kejayaan bangsa dan negara ada di pundaknya. Dunia ini hanya sementara. Ibaratkan diri kita ini sedang menyeberang jalan dan terburu-buru agar selamat sampai di seberang.

Yuk, kita berbuat baik dari mulai sekarang. Dimulai dari hal terkecil. Berazam dalam hati untuk menjadi pemuda yang bermanfaat. Pemuda yang tidak mudah kalah oleh keadaan. Pemuda kreatif adalah pemuda yang penuh dengan ide dan inovasi. Jangan galau hanya karena jerawat di pipi. Pemuda harus kuat dan bersemangat tinggi!

Ayo bangkit pemuda!

About these ads

Redaktur: Samin Barkah, Lc., ME

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sri Widiyastuti
Seorang ibu rumah tangga lulusan IKIP Semarang tahun 1998. Memiliki 5 orang anak. Asli Bogor, domisili di Johor Malaysia. Aktifitasnya yang lain menulis buku bacaan anak dan menjadi volunteer kegiatan sosial kemasyarakatan.

Lihat Juga

Cinta Adalah Memberi