19:59 - Senin, 20 Oktober 2014

Bermata Jeli

Rubrik: Puisi dan Syair | Oleh: Rini Zukhruf - 23/01/13 | 13:30 | 10 Rabbi al-Awwal 1434 H

Ilustrasi. (qimta.devianart.com)

Ilustrasi. (qimta.devianart.com)

dakwatuna.com

Memang ia bukan siapa-siapa
Bahkan terlihat biasa
Tanpa hiasan, tanpa polesan
Tapi sinar matanya yang membuat ia terlihat istimewa

Ku pahami bahwa sesungguhnya ia sang manager handal
Ku telusuri bahwa sesungguhnya ia sang dokter professional
ku perhatikan seksama bahwa ia jua sang guru yang begitu pintar
Entah siapa dia,
Pertama yang kulihat adalah sorotan matanya

Sungguh ia berbeda,
mungkinkah karena bibirnya yang selalu basah?
mungkinkah karena senyumnya yang selalu mengembang?
Ah ternyata, ia memang hanya seorang wanita biasa,
Wanita yang biasa dalam bersikap, layaknya bidadari bermata jeli

Wanita yang begitu menentramkan hati bagi suami dan anaknya
Wanita yang selalu menjadi panutan keluarga
Wanita yang dijamin Tuhan menjadi ratu bidadari
Yah Kau lah Wanita shalihah,
Kecantikanmu takkan pernah memudar
Kepribadianmu semakin hari semakin mempesona
Bukan Hiasan yang menjadi Andalan
Tapi iman, Pengorbanan dan perjuangan
Yang membuat Kau menjadi Perhatian dunia dan seisinya,

Salam Hormat, Salam sayang untukmu wanita Cantik bermata jeli
Kecantikanmu melebihi bidadari dalam taman surgawi
Tetaplah jaga matamu
Tetaplah jaga kepribadianmu
Dan Tetaplah jaga keimananmu
Agar kau Buat bidadari cemburu kepadamu

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Keyword: , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (3 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
81 queries in 1,469 seconds.