Home / Berita / Internasional / Asia / Pemerintah Dubai Berencana Terbitkan Obligasi Berbasis Syariah US$1 Miliar

Pemerintah Dubai Berencana Terbitkan Obligasi Berbasis Syariah US$1 Miliar

Ilustrasi. (developing8.org)
Ilustrasi. (developing8.org)

dakwatuna.com – Dubai. Pemerintah Dubai berencana menerbitkan obligasi berbasis syariah senilai US$1 miliar dan menggandeng lima bank sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi.

Menurut seorang sumber, kelima bank yang terpilih sebagai underwriter sukuk tersebut adalah HSBC Holdings Plc, Standard Chartered Plc, Emirates NBD PJSC, Dubai Islamic Bank PJSC, dan National Bank of Abu Dhabi PJSC.

“Penawaran sukuk akan dilakukan dalam waktu dekat, mungkin besok,” ujar sumber tersebut.

Penerbitan sukuk oleh pemerintah Dubai merupakan yang pertama kali dilakukan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) pada tahun ini.

Tahun lalu, obligasi yang sesuai dengan larangan Islam atas bunga ini membukukan rekor penjualan US$21 miliar.

“Persepsi investor terhadap risiko kredit Dubai kian meningkat signifikan pada tahun lalu dan momen risiko yang tinggi itu berlanjut pada 2013,” ujar analis Commerzbank AG Apostolis Bantis.

Menurutnya, meningkatnya sentimen atas sejarah perkreditan Dubai, negara tersebut membutuhkan dana untuk refinancing dan memanfaatkan momen tingkat suku bunga yang sedang turun.

Pemerintah Dubai berambisi membentuk dewan keuangan syariah untuk membuat kebijakan equity dan produk fixed income. Targetnya, menjadi salah satu pusat perekonomian Islam yang menawarkan pasar sukuk yang besar, layaknya pendahulu Malaysia dan Bahrain. (Bloomberg/edw/msb/Bsi)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

bank syariah

Good Corporate Governance (GCG) di Bank Syariah dan Bank Konvensional