14:07 - Jumat, 25 April 2014

Bohongi Menu Halal, McDonald’s AS Digugat Rp 6,7 Miliar

Rubrik: Amerika | Kontributor: dakwatun - 22/01/13 | 17:52 | 09 Rabbi al-Awwal 1434 H

Maskot badut restoran McDonald's (Reuters/vivanews)

Maskot badut restoran McDonald’s (Reuters/vivanews)

dakwatuna.com – Restoran McDonald’s dan pemilik waralabanya harus membayar gugatan sebesar US$700.000 atau sekitar Rp 6,7 miliar kepada beberapa komunitas Muslim di Detroit, Amerika Serikat. Perusahaan makanan cepat saji ini dinilai membohongi umat Muslim dengan memasang label halal pada makanan, padahal tidak.

Diberitakan Fox News, Senin 21 Januari 2013, McD dan pemilik waralabanya, Finley’s Management Co, setuju membayar “uang damai” tersebut kepada warga Dearbon Heights yang pertama kali menggugat, Ahmed Ahmed, klinik kesehatan Huda dan Museum Nasional Arab Amerika di Dearbon, dan pengacara yang menangani kasus ini.

Gugatan dilayangkan Ahmed setelah dia membeli sandwich isi daging ayam di salah satu rantai McD di Dearborn. Namun dia mengaku daging ayam itu tidak halal, tidak sesuai dengan label yang tertera.

Maksudnya, daging ayam itu disembelih dengan cara yang tidak sesuai dengan syariat Islam, yaitu dengan mengucapkan nama Allah. McDonald’s Dearbon adalah satu dari dua cabang waralaba ini yang menyajikan ayam berlabel halal. Hal ini karena Dearbon adalah salah satu wilayah dengan populasi Muslim terbesar di AS, sekitar 150.000 orang.

Sulit dibuktikan apakah ayam itu halal atau tidak. Namun pengacara Ahmed, Kassem Dakhlallah, bersikeras mengatakan bahwa cabang McDonald di Dearbon telah kehabisan produk halal yang akhirnya menyajikan menu non-halal. Beberapa orang saksi dari restoran dan distributor mengakuinya.

Pihak McD dan Finley membantah tuduhan tersebut dan mengatakan mereka menyajikan ayam yang halal. Namun restoran ini tidak ingin memperpanjang kasusnya dan bersedia memberikan ganti rugi.

Menurut gugatan, McDonald’s harus membayarkan ganti rugi ke setiap orang yang memesan menu itu antara September 2005 hingga Jumat lalu. Namun ini mustahil. Akhirnya, kedua pihak setuju memberikannya kepada komunitas Muslim melalui beberapa lembaga.

Ini bukan kali pertama McDonald’s bermasalah dengan keyakinan umat beragama. Sebelumnya tahun 2002, McD sepakat mendonasikan US$10 juta pada komunitas Hindu di Amerika Serikat sebagai penyelesaian kasus salah label.

McD pada kasus itu melabeli kentang goreng dan kentang tumbuk sebagai makanan vegetarian. Namun setelah ditelusuri, penyajian menu ini menggunakan minyak sayur yang mengandung ekstrak sapi untuk perasa. Sapi dianggap hewan suci bagi umat Hindu dan dilarang dimakan. (adi/vivanews)

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (79 orang menilai, rata-rata: 8,67 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • udin

    kok yo ribut soal makanan kalo kamu ragu ya ditinggalkan jangan dimakan makan nasi wae…..
    nas makanan khas orang indonesia raya….

    • anon

      >bait

    • rifqi

      yang beragama Islam itu bukan hanya orang Indonesia. Dan tidak semua orang suka dengan nasi

    • Qowwasaqozah

      bukan itu juga maksudnya, ini penting untuk menjaga saudara muslim lainnya. jangan anggap remeh tentang makanan yang belum jelas kehalalannya

  • As She Kutubuku

    subhanallah

  • Abshan Shihab AbBedulloh

    kuras terrus produk yahudi nih,, gw dukung, xkxkxkxk.. wong video pemotongan pun sudah byk di youtube, di masukan ke mesin hidup2

  • Fitri

    haduh ya ampuuun

Iklan negatif? Laporkan!
90 queries in 1,045 seconds.