06:28 - Kamis, 18 Desember 2014

Di Jabar, Korban Banjir yang Jalani Rawat Inap Tidak Dipungut Bayaran

Rubrik: Daerah | Kontributor: dakwatuna.com - 22/01/13 | 09:26 | 09 Rabbi al-Awwal 1434 H

"Saya minta agar seluruh korban yang opname digratiskan, termasuk yang tidak punya Jamkesmas. Rekan-rekan bupati/walikota diharapkan seksama dalam melakukan mitigasi bencana. Penanganan pengungsi harus tepat. Bantuan makanan harus benar-benar terjaga kebersihan dan gizinya. Pasokan air bersih juga perlu segera dicukupkan", kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat memimpin rapat tanggap darurat banjir bersama sejumlah bupati/walikota di Karawang, Senin (21/1). (Facebook)

“Saya minta agar seluruh korban yang opname digratiskan, termasuk yang tidak punya Jamkesmas. Rekan-rekan bupati/walikota diharapkan seksama dalam melakukan mitigasi bencana. Penanganan pengungsi harus tepat. Bantuan makanan harus benar-benar terjaga kebersihan dan gizinya. Pasokan air bersih juga perlu segera dicukupkan”, kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat memimpin rapat tanggap darurat banjir bersama sejumlah bupati/walikota di Karawang, Senin (21/1). (Facebook)

dakwatuna.com – Rapat tanggap darurat banjir sejumlah bupati/walikota yang dipimpin Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, di Karawang, Jawa Barat, Senin siang (21/1), menghasilkan keputusan penting.

Salah satunya, instruksi Heryawan agar seluruh korban banjir yang dirawat inap di rumah sakit di beberapa kabupaten/kota se-Jabar, digratiskan. Begitu pula kebutuhan obat-obatan bagi korban yang cukup dirawat di pengungsian.

Rapat banjir yang digelar di Kantor Bupati Karawang diikuti Pemkot Bekasi, Pemkab Bekasi, Pemkab Karawang, Pemkab Purwakarta, dan Pemkab Subang. Usai mendengar laporan penyebab banjir yang terjadi akhir pekan lalu, selain upaya mitigasi bencana dan antisipasi banjir susulan, Gubernur menegaskan pula sejumlah instruksi darurat.

Gubernur Heryawan menegaskan, langkah yang harus dilakukan jajaran pemerintahan sekarang yakni memastikan penanganan pengungsi berjalan baik. Sementara, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) pada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) diminta agar secepat mungkin memperbaiki tiga tanggul sungai yang jebol.

“Saya minta agar seluruh korban yang opname digratiskan, termasuk yang tidak punya Jamkesmas. Jangan sampai ada seorangpun korban banjir yang pengobatannya tidak memadai,” tegas Aher, sapaan Heryawan, yang didampingi Bupati Karawang, Ade Swara.

Aher juga menginstruksikan kepada para bupati/walikota yang wilayahnya dilanda banjir dahsyat agar seksama dalam melakukan mitigasi bencana. Penanganan pengungsi, katanya, harus tepat. Bantuan makanan harus benar-benar terjaga kebersihan dan gizinya.

Jumlah pengungsi bencana banjir di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Subang mencapai ratusan ribu orang. Di Karawang saja, yang hamparan banjirnya terluas (32 kecamatan), jumlah pengungsinya 102.651 orang.

Masih dalam rapat tanggap darurat banjir, Gubernur Heryawan mengatakan, Pemprov Jabar akan menyalurkan bantuan perbaikan rumah bagi korban yang kediamannya rusak berat. Namun, para bupati/walikota juga diminta juga membantu warganya yang rumahnya hancur akibat diterjang bah.

“Mari kita pastikan seluruh bentuk penanganan pasca banjir berjalan baik, sehingga kehidupan seluruh korban banjir segera pulih,” pinta Aher.

Gubernur Heryawan dalam tiga hari terakhir memantau langsung sejumlah titik parah bencana banjir di wilayahnya. Dia hendak memastikan penanganan pasca banjir berjalan cepat dan tepat. (ald/RMOL)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (3 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
47 queries in 1,404 seconds.