Home / Berita / Daerah / Warga Rasakan Ketidakseriusan Pemprov DKI dalam Mengambil Langkah Tanggap Darurat

Warga Rasakan Ketidakseriusan Pemprov DKI dalam Mengambil Langkah Tanggap Darurat

Anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid dan istri  menyambangi dan menyampaikan bantuan kepada para korban banjir di Jakarta, sejak sejak Kamis (17/1) hingga Ahad (20/1). (ist)
Anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid dan istri menyambangi dan menyampaikan bantuan kepada para korban banjir di Jakarta, sejak sejak Kamis (17/1) hingga Ahad (20/1). (ist)

dakwatuna.com – Pemprov DKI Jakarta diminta serius mengambil langkah-langkah dalam masa tanggap darurat banjir. Tanggap darurat jangan hanya menjadi istilah tanpa makna.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid mengungkapkan, sejak Kamis (17/1) ia menyambangi dan menyampaikan bantuan kepada para korban banjir di Jakarta Selatan, Pusat dan Barat. Minggu (20/1) pagi hingga sore ini Hidayat akan menyambangi para korban banjir di wilayah Jakarta Utara dan Timur.

“Dari suara rakyat yang kami dengar dan yang saya saksikan di lapangan, memang tidak terlihat langkah-langkah konkret Pemprov DKI dalam apa yang disebut masa tanggap darurat. Sangat banyak yang mengaku belum mendapat bantuan dari pemerintah,” tutur Hidayat.

Sebagaimana diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Jokowi menetapkan masa tanggap darurat untuk musibah banjir di Jakarta sampai tanggal 27 Januari 2013.

Hidayat menambahkan, dari pantauannya sejak Kamis (17/1), tidak terlihat langkah signifikan penanganan kebutuhan logistik dan kesehatan para korban, baik yang mengungsi maupun yang bertahan di rumah masing-masing.

“Tidak terlihat pula pemerintah mengerahkan banyak relawan untuk membantu para korban. Yang tampak bekerja di lapangan justru posko-posko partai dan ormas serta LSM,” ujar Ketua Fraksi PKS ini.

Jika sebelum ini Jokowi melarang berdirinya posko-posko parpol dengan alasan koordinasi, lanjut Hidayat, langkah kordinatif pun tak terlihat. Semua elemen masyarakat yang terjun, berjalan sendiri-sendiri.

“Bagi parpol, kalau tidak turun membantu memang dilematis. Kalau tidak membantu saat rakyat menderita, akan diteriaki sebagai melupakan rakyat, dan hanya ingat kalau mau pemilu,” tuturnya.

Ironisnya, jelas Hidayat, saat turun membantu korban banjir, ada yang menuduh sebagai politisasi dan carmuk (cari muka). Maka, parpol lebih baik tetap turun membantu rakyat, karena itu hak mereka.

“Tetapi, kalau berani membawa bendera partai berarti mereka harus betul-betul profesional dan bertanggungjawab untuk membuktikan martabat partai,” katanya.

Soal keikhlasan, jelas Hidayat, memang penting. Namun, ikhlas itu diukur dengan niat dan cara melaksanakan kegiatan. Bukan sekadar pakai simbol partai atau tidak. Orang tetap bisa berniat tak ikhlas sekalipun tak pakai simbol.

“Karenanya saya mengajak semua pihak termasuk parpol dan para pengritiknya, untuk berlomba-lomba membantu korban banjir dan menghentikan perlombaan menyebar negative thingkingsu’uzhan (prasangka buruk), karena korban banjir lebih memerlukan bantuan konkret. Mereka tidak butuh fitnah-fitnah seperti itu,” tandasnya.

Hidayat mencontohkan, apa yang dilakukan DPD PKS Jakarta Barat yang dikunjunginya Sabtu (19/1) sebagai hal yang positif. Sampai kemarin, posko telah berhasil menggalang dan menyalurkan bantuan senilai tak kurang Rp 150 juta. Termasuk di dalamnya bantuan 3 ton beras dari Bulog dan 1 ton beras dari LSM Aksi Cepat Tanggap.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...Loading...
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Kafilah Dakwah mahasiswa STID Muhammad Natsir di daerah pedalaman Sambas Kalimantan Barat, Senin (15/6/2015). (Saeful Rokhman)

Dakwah ke Pedalaman Sambas Kafilah Dakwah Terhalang Banjir

  • http://id-id.facebook.com/muja94 Abdullah Mujaddidi

    ih wow….

  • Nyai Srikandi

    Bang Jokowi itu mah sudah serius atasi Banjir …. asal tahu saja Ini langkah Bang Jokowi tangani Banjir Jakarta :
    * Blusukan : agar tahu permasalahan langsung rakyatnya dan beri banyak harapan .
    *
    Merakyat, Sederhana, santun dan bisa nyangkul, bisa pakai sabit, bisa
    masak, bisa manjat pohon dan seabrek kerjaan rakyat kecil.
    * Berani
    dan Pandai menyalahkan Pemerintah Pusat, Seluruh anggota DPRD TK I DKI
    yang tdk kethok2 Palu Anggaran, Pejabat Gubernur lama ( Foke ), Hujan
    yang turun di Bogor dan Jakarta termasuk semua orang yang tidak dukung
    dia jadi Gubernur atau Presiden.
    * Keberanian kerja sendiri dan atasi
    sendiri semua masalah di Jakarta dengan larang semua Parpol termasuk
    perusahaan buat Posko bantu Bencana Banjir … ( Logikanya : biar parpol
    atau maling atau monyet kalau ada niat baik bantu…. bantu orang susah
    …. biarin aja ntar kan masyarakat atau orang susah sendiri yang
    nilai, gitu aja kok repot )
    * Bang Jokowi mah elektibilitas dimana-mana menang …. terbukti lebih baik daripada yang komen miring terhadap Bang Jokowi ….. “jangan iri sama bang Jokowi yah…..!!!