10:47 - Senin, 24 November 2014

Hermanto: Pemerintah Harus Kembangkan Teknologi Pengolahan Hasil Kelautan dan Perikanan

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 22/01/13 | 09:02 | 09 Rabbi al-Awwal 1434 H

Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto. (padangekspres.co.id)

Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto. (padangekspres.co.id)

dakwatuna.com – Jakarta. Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto dalam Rapat Kerja Komisi IV dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Senin (21/1) meminta Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengembangkan teknologi pengolahan hasil kelautan dan perikanan. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditi kelautan dan perikanan. Kalau nilai tambah ini bisa ditingkatkan, maka kesejahteraan masyarakat nelayan dan pesisir akan dapat meningkat.

Lebih lanjut legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil Sumatera Barat ini meminta pemerintah untuk mengembangkan teknologi pengolahan hasil untuk menjawab terjadinya surplus komoditi kelautan dan perikanan seperti: garam, ikan, rumput laut dan lainnya. “Surplus hasil kelautan dan perikanan ini satu sisi kita sambut baik karena secara produksi terjadi peningkatan. Namun disisi lain, suplus ini akan mengakibatkan turunnya harga. Untuk itu, dengan adanya teknologi pengolahan hasil diharapkan kualitasnya akan semakin meningkat serta pasarnya juga akan semakin terbuka luas”, jelas Hermanto.

Sebagai gambaran produksi perikanan budidaya meningkat dibandingkan dengan produksi perikanan tangkap. Tahun 2012 diperkirakan produksi perikanan mencapai 15,26 juta ton atau 102,7% dari target rahun 2012 sebesar 14,86 juta ton. Bergitu juga dengan neraca perdagangan perikanan yang mengalami surplus USD 3,52 miliar atau 81,11% dari total transaksi perdagangan ekspor impor.

Selain itu, sejak 2012 telah terjadi swasembada garam konsumsi. Dimana target tahun 2012 sebesar 1.32 juta ton sudah terlampaui dan suplus sebanyak 1.538.616 ton. Kelebihan stok garam konsumsi ini dapat dokonversi menjadi bahan baku garam industri. Untuk itu, teknologi pengolahan hasil menjadi penting untuk dikembangkan lebih lanjut”, pungkas kandidat Doktor di Institut Pertanian Bogot (IPB) ini.

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (Belum ada nilai)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
67 queries in 1,400 seconds.