14:22 - Jumat, 22 Agustus 2014
Farid Nu'man Hasan

Bolehkah Menggunakan Susuk dari Ustadz atau Kiai?

Rubrik: Fiqih Kontemporer | Oleh: Farid Nu'man Hasan - 22/01/13 | 08:43 | 09 Rabbi al-Awwal 1434 H

Ilustrasi. (inet)

Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com - Assalamu’alaikum… Saya ingin tanya apakah boleh atau makruh menggunakan susuk yang diperoleh dari ustadz atau kiai bukan dari dukun? Beberapa pendapat dari ponpes salafy mengatakan ”BOLEH” dengan syarat;

  1. Tidak boleh dari dukun
  2. Bagi laki-laki susuk tidak boleh emas atau perak, karena itu perhiasan wanita dan haram
  3. Dengan niat tujuan baik dunia dan akhirat

Mohon balasannya dan pemahaman ini…

wassalamu’alaikum….

adik setia pertama

 

Jawaban:

Wa ‘Alaikum Salam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Bismillah wal hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘Ala Rasulillah wa ba’d:

Susuk adalah logam emas, perak, atau selainnya yang berukuran kecil yang dimasukan ke balik kulit manusia dengan tujuan mempercantik, memperkuat, kekebalan, dan sebagainya, yang dengan itu agar manusia tunduk dan tertarik kepadanya.

Asas dari susuk adalah sihir, dan tidak ada khilafiyah para ulama tentang haramnya mempelajari sihir dan memanfaatkan jasa ahli sihir dan benda-benda yang mengandung sihir seperti susuk, dari siapa pun dia berasal. Bahkan menurut Mazhab Syafi’i, siapa yang mengatakan “boleh” mempelajari dan memanfaatkan jasa sihir maka dia kafir. Sebab itu menghalalkan kesyirikan.

Seorang ustadz tidak akan pernah membolehkan hal ini, kecuali dia adalah dukun yang mengaku-ngaku ustadz, atau barangkali dia tergelincir dalam masalah ini. Maka, hendaknya kita harus berhati-hati.  Wallahu A’lam

Menggunakan susuk yang merupakan sejenis penangkal (tamiimah) adalah kesyirikan.  Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إن الرقى والتمائم والتولة شركٌ

“Sesungguhnya ruqyah, penangkal, dan pelet, adalah syirik.” (HR. Abu Daud No. 3883, Ibnu Majah No. 3530, Al Baihaqi, As Sunan Al Kubra No. 19387. Syaikh Al Albani menyatakan: shahih. Lihat Shahihul Jami’ No. 1632)

Ada pun alasan “demi kebaikan dunia dan akhirat” ini adalah alasan untuk mentalbis dan membuat syubhat masalah yang sudah jelas haramnya. Dalam fiqih ada kaidah bahwa tujuan yang baik tidak bisa menghalalkan yang haram.

Kaidahnya:

الغاية لا تبرر الوسيلة إلا بدليل

Tujuan (yang baik) tidaklah membuat boleh sarana (yang haram) kecuali dengan adanya dalil. (Syaikh Walid bin Rasyid  bin Abdul Aziz bin Su’aidan, Tadzkir Al Fuhul bitarjihat Masail Al Ushul, Hal. 3. Lihat juga Talqih Al Ifham Al ‘Aliyah, 3/23)

Tujuan dan niat yang mulia tidak boleh dijalankan dengan sarana yang haram, dan sarana haram itu tetap haram walau dipakai untuk niat dan tujuan yang baik.

Dalilnya:

وَلا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan janganlah kamu mencampurkan antara haq dan batil, dan kamu menyembunyikan yang hak itu padahal kamu tahu. (QS. Al Baqarah (2): 42)  

Pemakai susuk biasanya akan ketergantungan dengan susuk tersebut, dia akan merasa pe-de (percaya diri) jika susuk itu ada dalam dirinya, jika lepas maka dia akan mencari-carinya, maka ini jelas merupakan bentuk ketergantungan kepada benda-benda yang sebenarnya sama sekali tidak membawa manfaat dan mudharat.  Maka, jauhilah susuk dan tetaplah melindungi diri dengan ayat-ayat Al Quran dan doa-doa ma’tsur, bukan dengan benda-benda.

Wallahu A’lam.

Farid Nu'man Hasan

Tentang Farid Nu'man Hasan

Lahir di Jakarta, Juni 1978. Alumni S1 Sastra Arab UI Depok (1996 - 2000). Pengajar di Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri sejak tahun 1999, dan seorang muballigh. Juga pengisi majelis… [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (22 orang menilai, rata-rata: 9,23 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.facebook.com/profile.php?id=1391091355 Al Fattah Akhmad

    assalammualaikum ustad…. mohon di perjelas, mengapa ruqyah termasuk syirik???
    yang sya pernah dengar/ketahui…. bahwa org yg d ruqyah akibat kesurupan, diperbolehkan… namun. untuk org yg sengaja ingin di ruqyah, akan menghilangkan “tiket masuk surga”…. mohon diperjelas juga… karena sya mendapatkan ilmu ini kurang lengkap….
    syukron…

  • http://twitter.com/jundi123 Adi

    Betul itu, saya pernah dengar untuk mengatasi kesurupan kita boleh diruqyah secara syar’i, apakah ini tidak bertentangan dengan pelarangan ruqyah diatas ?, apakah meruqyah mamang harus dari diri sendiri..? mohon penjelasannya

  • http://www.facebook.com/agus.mulyahadi.54 أغوس مولياهدي

    Bro, ruqyah di sini maksudnya mantra; tahu mantra kan? Sedangkan ruqyah syar’iyyah adalah dengan membacakan ayat-ayat Al Qur’aan Al Kariim.

  • assa lam

    asswb, yg perlu kita waspadai adalah kemusyrikan atau yg dasar haram disamarkan untuk kemaslahatan dunia. dan terkadang sekarng banyak di temukan paranormal berbaju kyai/ustad untuk menjurumuskan kita dan jauh dari ALLAH Swt
    seperti penglaris, suap menyuap, Riba (bank) dll, diantara ketiga (haram) ini sudah menjadi samar dasar hukumnya (dianggap lumrah dan biasa) karena untuk kepentingan dunia/lembaga.
    bgmn nasib generasi pemuda islam kl diberi makan dari hal2 yg haram (mutlak)………., semoga kita semua di jauhi-nya……..aammiinn

  • http://solusi-asmara.com/ Ning Kirana

    selama tidak merugikan orang lain kenapa tidak boleh?

Iklan negatif? Laporkan!
68 queries in 1,248 seconds.