05:05 - Minggu, 26 Oktober 2014
Dwiki Ananto Yudo

Islam dan Pluralitas

Rubrik: Sosial | Oleh: Dwiki Ananto Yudo - 19/01/13 | 12:30 | 06 Rabbi al-Awwal 1434 H

Tadabbur Qur’an surat Yunus (10): 99

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآمَنَ مَن فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا ۚ أَفَأَنتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ [١٠:٩٩]

Ilustrasi (iluvislam.com)

Ilustrasi (iluvislam.com)

dakwatuna.com - “Dan Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?“  (QS. Yunus (10): 99)

Ada beberapa hikmah yang dapat kita ambil dari ayat tersebut:

1. Allah Al-Muqtadir

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ

“Dan Jikalau Tuhanmu menghendaki”

Salah satu dari 99 nama Allah yang harus kita ketahui dan kita imani adalah Al-Muqtadir yang artinya maha berkehendak. Jika Allah berkehendak maka tidak ada sesuatu pun yang bisa menghalangi. Dalam kalimat awal surat Yunus (10) ayat 99 Allah SWT mengawalinya dengan sebuah pernyataan yang memiliki makna bahwa apabila Allah menghendaki segala sesuatu maka hal itu pasti akan terjadi, hal tersebut bisa kita lihat dalam surat Yaasin (36): 82.

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَن يَقُولَ لَهُ كُن فَيَكُونُ [٣٦:٨٢]

“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia.” (QS. Yaasin (36): 82)

2. Keragaman Adalah Sunnatullah

لَآمَنَ مَن فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا

“… tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya”

Pada kalimat kedua surat Yunus (10) ayat 99 kita dapati sebuah makna yang memiliki korelasi makna dari kalimat sebelumnya, yaitu Allah SWT dapat saja dengan mudah membuat seluruh makhluk di bumi ini beriman seluruhnya, tapi Allah ingin agar kita berusaha untuk mensyukuri nikmat atas karunia-Nya dan senantiasa menyeru kepada seluruh makhluk di muka bumi ini agar kembali ke jalan Allah SWT. Seperti yang dapat kita lihat pada QS. Al-Maidah (5) ayat 48:

وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُم بَيْنَهُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ [٥:٤٨]

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.” (QS. Al-Maidah (5): 48)

3. Tak Ada Paksaan Dalam Islam

أَفَأَنتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ

Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?”

Dalam kalimat terakhir QS. Yunus (10) ayat 99 memiliki makna bahwa tidak ada paksaan dalam memeluk agama Islam. Tugas kita hanya menyampaikan kebenaran, dan merumuskan strategi agar kebenaran itu bisa diterima oleh semua orang. Karena sesungguhnya telah nampak jelas antara kebenaran dan kebathilan, seperti yang terdapat pada QS. Al-Baqarah (2) ayat 256:

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَن يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ [٢:٢٥٦]

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thagut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-Baqarah (2): 256)

Dwiki Ananto Yudo

Tentang Dwiki Ananto Yudo

Ketua Forum Silaturahim Remaja Masjid dan Musholla se-Cipinang Melayu. [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Topik:

Keyword: , , , , , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (3 orang menilai, rata-rata: 6,33 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
103 queries in 1,753 seconds.