01:10 - Jumat, 31 Oktober 2014
bidadari_Azzam

Mantan Aktivis Gereja: I Love Islam

Rubrik: Hidayah | Oleh: bidadari_Azzam - 17/01/13 | 19:30 | 04 Rabbi al-Awwal 1434 H

(Dok bidadari_Azzam)

(Dok bidadari_Azzam)

dakwatuna.com – “I was a Christian, now I am a muslim alhamdullilah. I still love Mariam and Jesus (peace be upon him) but in Islam we believe in all Prophets, and Muhammad (peace be upon him) was the last Prophet. We pray to only One God, who create all the mankind and everything. In Arabic we call Him Allah. Islam is religion of peace and brothershood….” Patty dan Beata punya kemiripan cerita mengenai awal memeluk Islam.

Keduanya adalah ‘mantan aktivis gereja yang taat’, dan sering kali menemukan hal-hal yang ‘tidak sesuai’ antara isi al-kitab dengan perbuatan pimpinan/ tokoh agama mereka. Bedanya yang satu ‘Christian’, yang satu lagi ‘katolik’.

Hati yang berontak bukanlah berlangsung sehari-dua hari, melainkan bilangan tahun di usia remaja, saat biasanya disebut ‘sedang focus mencari jati diri’. Patty menanamkan niat dalam dadanya, “Saya harus bisa menentukan mana agama yang benar, yang ‘fair’, yang masuk akal, dan ajaran-ajarannya memang jujur, turun langsung dari Tuhan—yang sebenar-benar Tuhan.”

Beata pun demikian, ia berjumpa Patty saat sama-sama mencoba menanyakan literature Islam kepada seorang syekh yang sedang berada di Islamic Centre Warszawa. Beata dan Patty merasakan hal yang sama, takjub dan terguncang jiwanya, “Bagaikan sedang berjumpa sesuatu hal terhebat dalam hidup ini….” Ujarnya, di kala mereka membuka lembaran surat pertama Al-Qur’an, Al-Fatihah.

Saya takjub pula ketika mereka berkata, “Kan enak ya, dalam Islam… kamu bawa anak-anak ke masjid, kamu ajak shalat bersama. Kalau di tempat kami dulu, anak-anak tidak boleh ikut berdoa, terutama anak-anak yang sering membuat kehebohan. Sewaktu masih kecil, kami sering dijewer gara-gara berlarian atau rewel di dalam ruang gereja. Harus duduk mantap…Kecuali kalau acara theatre di sekolah, kelas religia, pokoknya keterlibatan anak-anak biasanya jika anak sudah bisa duduk manis, mau disuruh duduk teratur, dan mau disuruh baris sampai bosan…”

“Dalam masjid juga tidak boleh rebut, apalagi kalau sedang shalat….” Ujarku.

“Iya, tapi beda banget. Dalam Islam, anak-anak dipandang sebagai makhluk suci, yang sedang harus banyak diajari, diingatkan…. Kalau menurutku, dalam ajaran agama dahulu, anak-anak dianggap sumber kerepotan dan sumber masalah di mana-mana…” cemberut sahabatku itu. “Mungkin semua orang dewasanya lupa kalau mereka juga pernah jadi anak-anak yah? Hehehehe…” kami jadi cekikikan.

“Yang lebih gak masuk akal lagi, juga banyak, sist. Sejak kecil, saya diajari dandan, ngecat kuku, ngecat rambut, dan lain sebagainya. Namun pada saat saya melihat anak-anak muslim, orang tua mereka malah mengajari wudhu, dan berpenampilan yang menutup aurat tubuh. Bahan make up sangat berbahaya untuk kulit kanak-kanak. Waaaah, Saya dulu sering gak mandi lho…. Bangun tidur, cuci muka, dan pakai make-up, kalau ngebayangin yang dulu-dulu, jorok sekali deh rasanya, hehehehe…” ujar Patty.

Tetangga mereka mengatakan bahwa kedua sisters ini sudah masuk sebuah sekte-sekte di pemahaman agama baru. Meskipun keduanya sering kali menjelaskan bahwa agama Islam adalah agama-Nya, agama nabi Adam, agama yang paling tua, tetap saja hal itu tak didengarkan. Doktrin-doktrin di gereja amat kuat menjejali isi kepala para pengikutnya. Kecuali bagi orang-orang berhati lurus dan memang mencari kebenaran sejati, sebagaimana nasib berbeda, Sister Beata dan Sister Patty tersebut.

“Alhamdulillah, meskipun saya iri, bukan orang yang dibesarkan dengan cara Islam, orang tua bukan muslim. Namun masih beruntung, saya menemukan Islam sebagai jalan hidup, saya harus mensyukurinya, bukan begitu, kan sister?” ujarnya meyakinkan diri, kami mengangguk dan bergantian memeluknya.

Selalu ada kebahagiaan terbersit dalam nurani ketika berdiskusi dengan mereka. Rasanya, “masalah apapun berasa keciiiil” dibandingkan permasalahan hidup mereka, terutama detik-detik pencarian Tuhan, saat mereka menuju cahaya Al-Islam. “Oh, Allah… inikah perasaan nikmat saat mendekap hidayahMU erat-erat? Subhanallah…. Terima kasih yaa Allah….” Semoga rasa syukur padaMu selalu mantap dan kokoh berada dalam hati ini, aamiin.

bidadari_Azzam

Tentang bidadari_Azzam

Sri Yusriani, ananda dari bapak H. Muhammad Holdoun Syamsuri TM Moorsid dan ibunda Hj. Sahla binti alm H. Majid, biasa dikenal dengan nama pena bidadari_Azzam, lahir di Palembang, 19 Juni… [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Samin Barkah, Lc

Topik:

Keyword: , , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (15 orang menilai, rata-rata: 8,60 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.facebook.com/gebecaem Gebe Caem

    Ini berita bohong banget mau ngaku nama patty dan beata bukan kristen or khatolik sebenarnya. Ini hoax. Jaman saya hidup sampai sayabpny 2 anak.dan kebetulan saya guru sekolah minggu. Tidakn pernah saya mengeluh akan anak2 yg membawa kerepotan , or sesuatu ygbmenggangu. Artikel ini hoax sekali.

    1.Di gereja saat ibadah anank-anak memiliki tempah ibadah yg terpisah, karena firman yang diberikan berupa ilustrasi gambar, bisa juga dgn drama boneka, dan aktivitas ibadah yg kondusif.
    2.di gereja tidak pernah menganggap anak2 itu sesuatu yg merepotkan. Ini bohong sekali. Belum ada saya dengar anak2 merepotkan. Malah gereja merangkul anak2 dengan menyediakan tempat yg nyaman n memberi fasilitas berkreatifitas n beribadah.
    3. Patty dan beatta mungkin ajaran keluarga kamu yang mendidik anak2nya pake make up, secara bahan make up dari babi tentu saya tdk ada larangan. Kalo di islam berdoa emg tdk diperbolehkan ber kuteks or ber make up. Dikristen bukan fisik yg harus bersih TAPI HATI. walau kita habis hekerja diladang dan ada kerinduan dari hati berdoa…asal dengan HATI YANG BERSIH doa itu sampai ke hadirat Tuhan . Jadi bukan karena fisik yg menentukan doa itubsampainor tidak. Bukan BER MAKE UP BISA MENYELAMATKAN JIWA KITA DARI API NERAKA TAPI DENGAN IMAN.
    4. Patty n beata masuk islam karena berpikir secara logika biar tahu saja…Jesus itu tidak bisa di cerna dengan logika karena kita manusia terbatas. Tertulis…berbahagialah orang yang tidak melihat namun PERCAYA. Seharusnya patty n beata melihat di silam selalu berbicara islam is peace religion?? Buktinya mana?? Umatnya aja selalu penuh amarah, premanisasi. Ustad aja korupsi. Semua koruptor beragama islam. Aceh sebagai daerah otonomi syariah islam tapi daerah nomer 1 korupsi n menjual ganja untuk jihad liat sejarah GAM.
    Logika?? Liat kenyataan)))

Iklan negatif? Laporkan!
98 queries in 1,543 seconds.