Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Cinta Tanpa Batas

Cinta Tanpa Batas

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

Mas,
Aku masih di sini
Menemani hari sang buah hati
Senyumnya,
Celoteh riangnya,
Gelak tawanya,
Langkah-langkah kecilnya,
Sorot matanya,
Membuatku tegak berdiri
Walau sesekali…
Tetap,
Aku tinggi berharap kau hadir kembali

Mas,
Apakah aku bodoh?
Setiap kali senja mulai hadir
Aku dan buah hati bermain di teras rumah sederhana ini
Menyegarkan mata dengan bunga-bunga yang dulu kau sirami
Menatap pot-pot itu yang apik tertata, hasil karyamu sendiri
Kepada buah hati,
Sesekali aku bilang,
“Mungkin sebentar lagi Ayah datang”

Apakah karena aku terlalu mencintaimu?
Aku berpikir seratus kali untuk menerima satu hati yang baru
Aku selalu menyiapkan kue ulang tahunmu
Aku selalu mengecup mesra gambarmu

Mengamati album pernikahan kau dan aku
Menonton kembali video pernikahan kita dahulu
Semua tentang kita…

Aku selalu berharap kau hadir kembali
Mengecup mesra keningku menjelang kerjamu
Mencium tanganmu menyambut kehadiranmu
Ah, ini menyedihkanku…
Apakah kewarasanku membuat orang ragu?
Aku selalu bercerita kepadamu

Tentang buah hati kita juga aku,
Tentang hari-hariku
Tentang cintaku kepadamu
Tentang bahagianya pernah hidup bersamamu
Tentang warna-warna yang kau berikan untukku
Hingga terus bertambah buku harianku
Rangkuman cintaku untukmu

Benar, Mas…
Suatu hari nanti,
Aku harus bilang pada sang buah hati
“Ayah sudah di surga sayang, tak mungkin kembali”

Tapi saat ini,
Biarkan aku seperti ini
Aku tetap mencintaimu, Mas…
Tak ingin aku bersama hati yang lain
Cukup dengan hatimu saja
Hingga kelak kita bertemu di Surga-Nya
Semoga…

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 9,86 out of 10)
Loading...Loading...
Guru SMK.

Lihat Juga

Love, cinta...

Senandung Untaian Putih Cinta