Home / Berita / Daerah / Kini Jokowi Persilakan Parpol Dirikan Posko Banjir

Kini Jokowi Persilakan Parpol Dirikan Posko Banjir

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Warga membawa anak dengan ember ketika banjir merendam Kampung Arus, Cawang, Jakarta, Senin (24/12). Ratusan rumah di kampung Arus terendam banjir setinggi 1-2 meter akibat luapan Sungai Ciliwung. (ANTARA/M Agung Rajasa/Koz/mes/12.)
Warga membawa anak dengan ember ketika banjir merendam Kampung Arus, Cawang, Jakarta, Senin (24/12). Ratusan rumah di kampung Arus terendam banjir setinggi 1-2 meter akibat luapan Sungai Ciliwung. (ANTARA/M Agung Rajasa/Koz/mes/12.)

dakwatuna.com – Jakarta. “Silakan. Partai-partai ingin masuk ke lokasi banjir, silakan,” ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Rabu (16/1/2013).

Namun, Jokowi menyarankan agar parpol yang ingin membuka posko banjir, jangan berserakan atau berdiri sendiri. Ia menyarankan agar posko berada di satu tempat, yang telah didirikan warga atau pemda setempat.

“Ya di poskonya dong. Yang namanya posko kan pos komando. Kalau berjejeran di mana-mana bagaimana kita kasih komando?” tutur Jokowi.

Jokowi juga tidak mempersoalkan parpol yang ingin memberikan bantuan terhadap korban banjir, membawa atribut.

“Yang paling penting dalam satu koordinasi,” ucap Jokowi.

Padahal sebelumnya diberitakan bahwa Jokowi tidak ingin bencana banjir yang sedang dialami beberapa wilayah di DKI Jakarta menjadi ajang kampanye atau promosi. Untuk itu ia tidak mengizinkan partai politik atau perusahaan tertentu mendirikan posko siaga banjir di lokasi korban banjir.

“Kebijakan Pak Gubernur melarang ada posko partai atau perusahaan di lokasi banjir. Arahan beliau, kalau mau menyumbang, langsung ke kelurahan saja biar satu pintu,“ ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta, Arfan Arkilie, Ahad, 25 November 2012, sebagaimana yang dilaporkan Tempo. (Tribunnews/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

  • Latifah

    klo semuanya ke kelurahan, yakin tuh bakal nyampe, ntar raib lagi. Kayak gak tau aja, pemerintahan kita kayak gimana. Googling aja deh, berapa banyak kasus korupsi dari dana bantuan bencana alam.

  • liwangto

    alhamdulillah akhirnya sadar juga dg keterbatasan yg dimiliki… saran saya jangan jumawa merasa bisa menyelesaikan segalanya sendirian

  • disqus_AyUP3Mt9Qo

    Akhirnya pak jokowi membuktikan bahwa perlu adanya kerjasama untuk menangani sebuah bencana. Tidak bisa dilakukan hanya oleh pak jokowi sendiri

  • Fivin Arfina

    membangun indonesia tidak bisa sendiri, jadi jangan egois merasa dirinya “superman”. kita butuh bantuan saudara-saudara kita yang lain. Wallahu’alam..

    • Asma Zahidah

      Benar. Toh presiden aja masih butuh menteri menteri dalam urusan kenegaraan :D

  • epul

    .nah gitu dong bang,,,,,,,,

  • setelah BABAK BELUR baru cari SEDULUR

  • nair

    mau cari sukses sendiri, nggak bisa mmas joko, jakarta ini milik bersama bukan milik partaimu thok…tole…tole..

Lihat Juga

PKPU mengirimkan Tim Rescue untuk membantu korban Banjir Bandang di Garut. (Putri/PKPU)

Garut Darurat Banjir Bandang dan Longsor, PKPU Kirim Tim Rescue