Home / Berita / Daerah / Masuk Polisi Diusulkan Bisa Baca Al-Quran

Masuk Polisi Diusulkan Bisa Baca Al-Quran

Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Banda Aceh. Kapolda Aceh Irjen Herman Effendi menyinggung tentang wacana penerimaan anggota Polri di Aceh wajib bisa baca Al-Quran. Menurut Kapolda hal itu merupakan ide yang baik.

“Saya pikir tak masalah sebagai muatan lokal dan kekhususan Aceh, dan sudah kita usul, namun, belum mendapat jawaban Kapolri,” demikian kata Kapolda seraya menambahkan selama ini bagi anggota Polisi yang tersangkut narkoba dikirim ke ke pesantren dibina pendalaman Agama dan membaca Al-Quran.

Kapolda juga menginstruksikan kepada jajarannya agar menindak siapapun yang menjadi calo dalam penerimaan anggota Polri di jajaran Polda Aceh.

“Kalau ada oknum Polisi yang menjadi calo, laporkan kepada saya untuk kita tindak dan kalau perlu dipecat,” tegasnya usai penandatangan MoU Polda Aceh dengan sejumlah mitra kerja di Mapolda, Selasa (15/1).

Penandatangan MoU kemarin antara lain, dengan Unsyiah, Dinas Pendidikan, Pengacara, Ikatan Dokter, dan Persatuan Wartawan (Pers). Setiap penerimaan dan pengelolaan selama ini, kata Kapolda, treknya sudah benar, namun tetap saja masih mendapat kritikan. “Pengelolaan yang betul saja belum tentu diterima dengan baik, apalagi yang salah,”ungkap Irjen Herman Effendi.

Kapolda juga mengakui, mungkin dulu penerimaan ada yang coba-coba mendekati pejabat polisi. Biasanya melalui Propam, ajudan-ajudan, Spri Kapolda, dan Spri Kapolres. “Dan kepada istristri polisi tolong beritahu suaminya agar tidak mencoba-coba. Saya minta kepada Propam kalau ketemu ambil dan proses,” pintanya.

Sekarang ini, Kapolda menginginkan agar generasi polisi kedepannya bisa berkualitas dan unggul. Dan hasilnya itu akan nampak 10 – 20 tahun ke depan.”Memang apa yang kita lakukan tidak mulus, sebab, banyak godaan-godaan tetap saja ada. Bukan sombong, bahwa kinerja selama ini sudah benar. Kalaupun toch ada, namun diupayakan tidak boleh lagi terjadi,” ungkapnya.

Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat dan stake holder sebagai pengawas agar sama-sama mengawasi panitia. “Sekali lagi saya tidak segan-segan untuk menindak,” tegas Kapolda.

Sementara, Rektor IAIN Farid Wajdy mengatakan, apa yang dilakukan hari ini merupakan langkah baru dan sekaligus pencitraan bahwa penerimaan anggota Polri bersih, akuntabel dan transparan.

“Saya menyambut baik apa yang dilakukan Kapolda Aceh hari ini dan semua kita bertekad untuk bersih diri dan lingkungan,” katanya.

Mewakili Ulama Aceh, Faisal Ali mengatakan, ini langkah bagus untuk membuat perubahan khususnya di jajaran Polri. Langkah ini sebuah keteladanan, dan sungguh luar biasa. “Upaya seperti ini kami dukung terus ke depannya.”ungkapnya.(Imran Joni/jppn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Polisi Menangkap Kader HMI terkait Kerusuhan yang Terjadi saat Aksi 4 November Lalu. (pbhmi.or.id)

Polisi Tangkap Kader HMI, Berikut Kronologis Lengkapnya

Organization