16:26 - Sabtu, 25 Oktober 2014
Eko Prasetya, S.Pd.

Belajar Shalat dari Darah Kita

Rubrik: Pengetahuan | Oleh: Eko Prasetya, S.Pd. - 16/01/13 | 15:30 | 03 Rabbi al-Awwal 1434 H

Ilustrasi (inet)

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Darah merupakan salah satu komponen vital di dalam tubuh manusia. Tanpa darah manusia tidak akan bertahan hidup. Darah hampir sama dengan Shalat dalam kehidupan kita. Tanpa Shalat, manusia ibarat telah mati dari fungsinya sebagai manusia karena manusia tidak akan bisa menjalankan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi ini tanpa shalat. Shalat merupakan amalan yang paling utama yang akan di hisab pertama kali di alam barzakh nanti.

Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin yang diturunkan melalui Muhammad Rasulullah Saw untuk seluruh umat manusia. Islam juga merupakan agama hikmah yang mewajibkan pengikutnya mengambil hikmah dari segala kejadian yang ada di muka bumi ini.

Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan” (Ar Ra’d Ayat: 3)

Dari ayat di atas, dapat kita ketahui secara langsung tanpa harus mengambil makna tersirat, karena sudah tersurat dengan jelas bahwa segala sesuatu kejadian, baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari merupakan tanda-tanda yang diberikan oleh Allah untuk kita ambil hikmahnya.

Shalat merupakan tiang agama Islam di mana Islam tidak akan bisa ditegakkan tanpa shalat. Tanpa shalat, Islam bukanlah Apa-apa karena dari Hadits Rasulullah Saw, yang membedakan umat Islam dengan Umat non Islam hanyalah dari shalatnya. Wajah, pakaian, kebiasaan, rumah, tempat tinggal dan masih banyak lagi bisa saja sama dengan umat yang lain. Tetapi, shalatlah yang menjadi pembeda antara semuanya itu.

Darah merupakan salah satu komponen vital di dalam tubuh manusia. Tanpa darah manusia tidak akan bertahan hidup. Darah hampir sama dengan Shalat dalam kehidupan kita. Tanpa Shalat, manusia ibarat telah mati dari fungsinya sebagai manusia karena manusia tidak akan bisa menjalankan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi ini tanpa shalat. Shalat merupakan amalan yang paling utama yang akan di hisab pertama kali di alam barzakh nanti.

Darah berfungsi sebagai pertahanan tubuh dari serangan bibit penyakit. Dalam darah ada dikenal dengan istilah leukosit (sel darah putih). Dalam kehidupan sehari-hari, leukosit dapat kita ibaratkan dengan tentara yang berfungsi sebagai pertahanan pertama jika ada serangan dari musuh. Demikian juga dengan leukosit, segala bibit penyakit yang masuk ke dalam manusia baik itu dari luka yang kotor, makanan, udara, maupun kulit, maka bibit penyakit tersebut akan berhadapan langsung dengan leukosit. Darah (leukosit) juga membentuk imunitas tubuh (kekebalan tubuh) yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh dari bibit penyakit untuk jangka panjang.

Sabda Rasulullah Saw. “Bagaimana pendapat kamu sekalian, seandainya di depan pintu masuk rumah salah seorang di antara kamu ada sebuah sungai, kemudian ia mandi di sungai itu lima kali dalam sehari; apakah masih ada kotoran yang melekat di badannya?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotoran di badannya.” Bersabda Rasulullah SAW, “Maka begitu pulalah perumpamaan shalat lima kali sehari semalam; dengan shalat itu, Allah akan menghapus semua dosa.” (Muttafaq ‘alaih)

Dari hadits tersebut bisa diambil makna bahwa shalat berfungsi sebagai pembersih diri dari dosa-dosa yang telah diperbuat. Di ibaratkan dengan mandi lima kali sehari, tidak akan tersisa sedikit pun kotoran di dalam dirinya. Salah satu fungsi shalat juga adalah menghindarkan diri dari perbuatan munkar. Sadar tidak sadar, shalat yang diwajibkan oleh Allah Swt melindungi kita baik di dunia maupun di akhirat.

Darah menjaga stabilitas jaringan di dalam tubuh dan menghindari kerusakan jaringan.

Fungsi shalat yang lain adalah menambah kebugaran tubuh. Shalat menjaga kesehatan orang yang melaksanakannya, karena gerakan shalat yang dilakukan merupakan gerakan yang tidak sia-sia. Mulai dari gerakan Takbiratul Ikhram sampai pada salam merupakan gerakan yang berfungsi menjaga stabilitas tubuh. Misalnya gerakan sujud, yang diakui pada peneliti neurologi (ilmu tentang saraf) mampu mengalirkan darah ke bagian otak yang tidak akan teralirkan oleh darah dalam kondisi biasa. Apa fungsinya? Ternyata kecerdasan seseorang itu ditentukan banyak tidaknya hubungan antar saraf di otak kita. Dengan cara sujud, secara tidak langsung membantu otak kita untuk mengolah kecerdasan dan keterampilan kita juga.

Dalam darah terdapat trombosit yang menutup luka jika terjadi pendarahan pada jaringan.

Fungsi shalat yang lain adalah menimbulkan ataupun memunculkan rasa tenang dan damai di dalam jiwa. Jiwa yang terguncang maupun terluka dapat diobati dengan shalat. Karena dalam shalat kita akan berjumpa dengan Sang Maha Pemilik jiwa-jiwa kita. Sang Maha Pemilik merupakan dokter mutlak dari jiwa kita, karena hanya Dialah yang bisa menentramkan Jiwa kita.

Demikian wahai saudaraku. Segala sesuatu di dalam kehidupan kita harus kita ambil hikmahnya untuk pembelajaran bagi kita agar menjadi orang yang lebih bijak.

Wallahu’alam Bi Showab.

Eko Prasetya, S.Pd.

Tentang Eko Prasetya, S.Pd.

Mahasiswa S2 Biologi UGM. Hamba Allah yang mencari keridhoan-Nya. [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Topik:

Keyword: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (3 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
67 queries in 1,644 seconds.