Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Dendam dan Amarah Terpendam

Dendam dan Amarah Terpendam

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

suamimarahdakwatuna.com – Dendam bisa menghantui siapa saja. Ada istri yang dendam kepada suaminya. Anak dendam kepada orang tua atau saudaranya, dan sebagainya. Menurut Ust. Syahroni Mardani, Lc. banyak faktor yang melatarbelakangi perasaan dendam. Salah satu contoh adalah dendam yang dimiliki saudara-saudara Nabi Yusuf kepadanya.

”Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita sendiri,” ujar Ust. Syahroni sambil mengutip kisah Nabi Yusuf dalam Al-Qur’an.

Saudara-saudara Nabi Yusuf dendam karena menganggap ayahnya tidak adil dalam membagi kasih sayang (ayahnya lebih cenderung kepada Nabi Yusuf).

”Tidak mendapatkan sesuatu (al-hirman), perasaan (usul, pendapat, ide) terpendam, tidak berjalannya hak-hak ukhuwah, kesombongan, sering berdebat, adanya informasi miring dan tidak klarifikasi, serta kurang memahami akibat yang muncul dari dendam juga bisa menjadi pemicu dendam,” tambah Ketua Yayasan Azhar, Kemang, dengan mimik serius.

Dendam yang dipelihara dapat mengakibatkan tertangguhnya ampunan dari Allah SWT.

”Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Setiap hamba yang beriman dan tidak melakukan kemusyrikan akan diampuni oleh Allah kecuali seseorang yang dalam hatinya terdapat permusuhan (dendam) dengan saudaranya,” kata pria alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, menyitir kisah dari sebuah hadits Riwayat Muslim.

Allah SWT telah mengajarkan sebuah doa dalam Al-Qur’an surat Al-Hasyr ayat 10 agar manusia terhindar dari perasaan dendam dan dengki.

”Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 4,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Sesuci Cinta Fatimah dan Ali