Home / Berita / Nasional / Pengamat: Muhammadiyah Akan Kecewa Jika PAN Jadi Partai yang Terlalu Terbuka

Pengamat: Muhammadiyah Akan Kecewa Jika PAN Jadi Partai yang Terlalu Terbuka

Logo Partai Amanat Nasional (PAN). (inet)
Logo Partai Amanat Nasional (PAN). (inet)

dakwatuna.comSejak dideklarasikan, Partai Amanat Nasional (PAN) meneguhkan diri sebagai partai terbuka dan bukan partai Islam atau partai berbasis massa Islam. Pernyataan Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto di sela-sela acara peringatan Natal 2012 di Jayapura, Senin (14/1), bahwa PAN berhaluan nasionalis, terbuka dan tidak identik dengan kelompok tertentu bukanlah hal baru.

“Itu cuma penegasan saja. Dari awal PAN memang menyatakan sebagai partai terbuka, termasuk menerima pengurus dari non Islam. Misalnya sekarang ada Bara Hasibuan,” kata pengamat politik dari Universitas Parahiyangan, Prof. Dr. Asep Warlan Yusuf, Senin (14/1), sebagaimana dilaporkan Rakyat Merdeka Online.

Penegasan Bima Arya, menurut Asep, tidaklah salah. Belajar dari pengalaman bahwa partai-partai Islam yang inklusif selalu mendapat dukungan kecil dari pemilih. Bahkan bisa “gulung tikar” seperti yang dialami Partai Bulan Bintang milik Yusril Ihza Mahendra.

“Bima Arya seolah-olah menegaskan PAN ingin ikut jejak partai Demokrat atau partai berhaluan nasionalis lainnya. Bersifat terbuka, berideologi nasionalis tapi tetap mengedepankan aspek religiusitas. Dan memang, belajar dari pengalaman menurut saya partai Islam sebagian besarnya akan mengarah ke sana,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, dengan pernyataannya Bima Arya ingin menghilangkan citra PAN yang selama ini identik dengan Muhammadiyah. Memang dalam sejarahnya PAN punya hubungan kental dengan Muhammadiyah. Tapi, identifikasi ini memunculkan kesan bahwa PAN partai inklusif alias tertutup.

“Tapi tetap harus diingat, Muhammadiyah akan kecewa kalau PAN jadi partai yang terlalu terbuka. Misalnya sebagian besar atau setengah kepengurusannya diisi oleh non muslim. Apalagi kalau dibarengi dengan menghilangkan sama sekali program-program Islam dalam perjuangan kepartaian PAN,” demikian Asep. (dem/RMOL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Setya Novento

Novanto Minta Pengurus Golkar Jangan Gelar Acara Dengan Mewah Lagi

Organization