23:13 - Senin, 22 September 2014

PKS: Jangan Lihat Nomor Urut, Tapi Track Record

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 14/01/13 | 13:09 | 01 Rabbi al-Awwal 1434 H

Ketua DPP PKS Bidang Kebijakan Publik (BKP) Hidayat Nur Wahid. (ist)

Ketua DPP PKS Bidang Kebijakan Publik (BKP) Hidayat Nur Wahid. (ist)

dakwatuna.com – Dengan peserta Pemilu Parlemen tahun 2014 sebanyak sepuluh partai politik, PKS menilai tidak akan ada partai yang terlalu diuntungkan dengan nomor urut berapapun.

Angka satu hingga sepuluh dinilai netral untuk dapat dengan mudah dikenal oleh pemilih. Meski demikian, PKS menilai, masyarakat akan jauh lebih rasional dalam Pemilu tahun 2014 mendatang.

“Rakyat akan menilai track record partai ketimbang kharisma tokoh dan kemampuan beriklan sebuah partai,” ujar Ketua DPP PKS Bidang Kebijakan Publik (BKP) Hidayat Nur Wahid, mengomentari rencana pengundian nomor urut parpol peserta Pemilu yang akan digelar KPU, Senin (14/1).

Berbicara di gedung wakil rakyat di Senayan, Jakarta, Senin (14/1) pagi, Hidayat menyatakan PKS tidak memusingkan akan dapat nomor urut berapa. PKS yakin masyarakat nantinya tidak akan bisa dibodohi dengan sekedar nomor urut partai politik.

Masyarakat pasti akan menilai parpol dari track record parpol tersebut terutama aspek bersih dari korupsi, komitmen penegakan hukum dan kerja nyata di tengah masyarakat. Oleh karenanya PKS merasa nyaman dengan nomor urut berapapun, meski secara pribadi ia berharap PKS mendapat nomor urut dibawah angka lima.

“Yang terpenting untuk kami adalah, mesin partai sudah benar-benar siap berlari untuk memenangkan PKS, yang juga artinya memenangkan agenda-agenda rakyat,” ujar Hidayat.

Menurut Hidayat yang juga Ketua Fraksi PKS DPRRI tersebut, partainya akan menyampaikan agenda perjuangan kampanye tidak lama lagi melalui acara peluncuran logo dan nomor urut kampanye.

“Perjuangan PKS tetap berbasis pada upaya menghadirkan Indonesia yang adil dan sejahtera, sesuai dengan nama partai yaitu Partai Keadilan Sejahtera,” tuturnya.

Untuk itulah ia juga berharap seluruh pengurus, kader dan simpatisan agar terus bekerja keras untuk rakyat dan menjadi bagian solusi dari masyarakat. “Rakyat akan mengenal mana partai yang bekerja atau hanya bisa berwacana, dan mana partai yang bersih dibanding partai yang kadernya bermasalah karena banyak terbukti korupsi,” ujar Hidayat di akhir pernyataannya.

Sementara itu terkait rencana gugatan sejumlah partai yang tidak lolos verifikasi faktual, Hidayat berharap KPU memberi ruang bagi partai-partai tersebut andaikan tuntutan partai-partai tersebut dipenuhi pihak-pihak berwenang. PKS sendiri merasa tidak nyaman dengan tidak lolosnya beberapa partai yang meupakan representasi wajah Indonesia sejak dulu.

“Yang paling kami sesalkan adalah tidak lolosnya partai yang merupakan representasi umat kristiani yaitu Partai Damai Sejahtera (PDS),” pungkas Hidayat.

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (7 orang menilai, rata-rata: 9,71 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
73 queries in 1,262 seconds.