Home / Berita / Opini / 4 Tahun Tangsel, Sejauh Mana Sudah Tertata?

4 Tahun Tangsel, Sejauh Mana Sudah Tertata?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Lambang kota Tangerang Selatan (Tangsel). (inet)
Lambang kota Tangerang Selatan (Tangsel). (inet)

dakwatuna.com Beberapa bulan yang lalu Kota Tangerang Selatan telah menginjak usia ke 4, tepatnya pada tanggal 26 November 2012. Dalam perjalanannya, pemerintah kota Tangerang Selatan telah melaksanakan proyek pembangunan infrastruktur dalam rangka memperbaiki kapabilitas kota yang masih terbilang belia ini.

Namun sepertinya pemerintah kota yang memiliki slogan “Cerdas Modern dan Religius” ini masih harus memperhatikan dengan apik kondisi yang terjadi di lapangan. Pasalnya slogan di atas nampak hanya sekadar wacana saja, konteks religius masih sangat jauh dari situasi dan kondisi yang ada saat ini. Bisa kita lihat salah satu contoh real, di kawasan situ Gintung selalu ramai dengan aksi para muda-mudi yang melakukan kemaksiatan secara berjamaah, perbaikan fisik daerah situ Gintung pasca robohnya tanggul beberapa tahun yang lalu justru semakin membuat situ Gintung selalu ramai dikunjungi para perampok moral. Ini sangat kontras dengan keadaan di sekitar situ Gintung yang bersebelahan dengan kampus Muhammadiyah Jakarta, di satu sisi kegiatan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta diwarnai dengan aktivitas keagamaan yang kental, namun bersebelahan dengan itu, daerah ini juga diwarnai oleh aktivitas muda-mudi yang giat meruntuhkan moral bangsa secara berjamaah.

Kemudian ditemukan adanya praktek penjualan MIRAS yang dilakukan oleh Seven Eleven di samping UIN Jakarta. Kasus ini juga sempat diprotes oleh organisasi kemahasiswaan -KAMMI se-Tangerang Selatan menuntut Walikota untuk memperbaiki keadaan kota Tangsel. Ini membuktikan kurangnya perhatian pemerintah kota terhadap daerahnya.

Oleh sebab itu, pemerintah daerah seharusnya lebih mengevaluasi stabilitas kota Tangerang Selatan dan mengadakan perbaikan, bukan hanya dalam pembangunan infrastruktur melainkan juga meliputi perbaikan moral di kota yang memiliki slogan “Cerdas, Modern dan Religius” ini, agar cita-cita tidak hanya sekadar wacana melainkan ada kerja nyata dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tsalitsa Az-zahra
Seorang anak perempuan ke 3 dari 5 bersaudara, dilahirkan dari keluarga yang sederhana, dan bercita-cita ingin menjadi umat-Nya yang shalihah. Mahasiswi Jurusan Ilmu Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Jakarta 2012.

Lihat Juga

Ilustrasi. (Foto: nayzak.deviantart.com)

PKS Tangerang Minta Pemkot Larang Perayaan Valentine Day