Home / Berita / Nasional / Pasca Keputusan MK, Hidayat: Awasi Anggaran RSBI

Pasca Keputusan MK, Hidayat: Awasi Anggaran RSBI

Pertandingan futsal pimpinan PKS, di antaranya Tifatul Sembiring, Gatot Pujo Nugroho, dan Hidayat Nur Wahid, melawan para pemimpin media massa di Medan dalam rangkaian agenda Safari Dakwah III PKS di Sumatera, Jum'at 11 Januari 2013. (Dok DPP PKS)
Pertandingan futsal pimpinan PKS, di antaranya Tifatul Sembiring, Gatot Pujo Nugroho, dan Hidayat Nur Wahid, melawan para pemimpin media massa di Medan dalam rangkaian agenda Safari Dakwah III PKS di Sumatera, Jum’at 11 Januari 2013. (Dok DPP PKS)

dakwatuna.com – Medan. Pasca penghapusan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) pemanfaatan anggaran yang semula dialokasikan untuknya harus diawasi ketat. Sebab, anggaran RSBI tidak bisa dialihkan begitu saja. Pengalokasiannya harus dilakukan melalui pembahasan kembali di DPR.

Demikian ditegaskan Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid menjawab pertanyaan wartawan di Medan, Jumat (11/1) usai berlaga futsal melawan para pemimpin media massa setempat dalam rangkaian agenda Safari Dakwah III PKS di Sumatera.Dalam pertandingan tersebut, tim PKS mengalahkan tim wartawan 3-0. Dua gol disarangkan Menkominfo Tifatul Sembiring dan 1 gol dihasilkan lewat tendangan Hidayat.

“Keputusan penghapusan RSBI oleh MK ini berlaku nasional. Yang terpenting sekarang, tinggal awasi anggaran yang semula dialokasikan untuk RSBI,” ujarnya.

Jika tidak diawasi, lanjut Hidayat, anggaran yang mencapai ratusan miliar tersebut bisa menimbulkan masalah baru. Karena itu, harus dibahas ulang agar memberi manfaat lebih banyak bagi peningkataol disarendidikan nasional.

“Stop dulu pengalokasian anggarannya. Beri tanda bintang di anggaran itu. Prinsipnya, uangnya kembali ke kas negara dulu. Jangan sampai ada masalah baru,” tegasnya.

Selanjutnya, Hidayat menjelaskan, harus dilakukan pembahasan kembali antara DPR RI, khususnya Komisi X yang membidangi pendidikan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)

“Teman-teman di Komisi X, plot anggarannya untuk apa, jangan sampai dikorupsi. Dalam hal ini, mental Komisi X juga diuji,” tandasnya.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Fethullah Gulen. (aljazeera)

Turki Pecat 27 Ribu Tenaga Pendidikan Pro-Kudeta