06:36 - Sabtu, 01 November 2014

MUI Jakarta: Haram Mengemis dan Memberinya

Rubrik: Daerah | Kontributor: dakwatuna.com - 10/01/13 | 17:02 | 26 Safar 1434 H

Mengemis (inet)

Mengemis (inet)

Dakwatuna.com - Jakarta :: Kamis (10/1), Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta mendatangi Balai Kota untuk bertemu Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dalam pertemuan itu, Sekjen MUI DKI, Samsul Ma’arif mengeluhkan soal penerapan Perda nomor 8 tahun 2007, tentang Ketertiban Umum yang selama ini dianggap tidak berjalan maksimal.

“Mensinergikan tentang fatwa MUI terkait ketertiban umum, selama ini perda itu tidak maksimal,” kata Samsul di Balai Kota Jakarta.

Samsul resah melihat banyaknya pengemis di sudut jalanan Jakarta. Menurutnya, perbuatan mengemis dan orang yang memberikan adalah haram.

“Di perempatan masih banyak peminta-minta. MUI memberi fatwa baik yang meminta dan memberi. Yang memberi dan peminta-minta ini MUI mengharamkan,” tegasnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, saat ini perbuatan pengemis lebih banyak dijadikan lahan bisnis pihak tak bertanggung jawab.

“Di perempatan banyak, apalagi yang sudah dikoordinir, ada bosnya. Memberi di tempat yang tidak pas itu dilarang oleh agama, merugikan banyak orang, menimbulkan kerawanan,” jelas Samsul.

Menurut Samsul, Ahok sepakat setelah pertemuan ini Perda tersebut lebih gencar lagi disosialisasikan. Karena kenyamanan di tempat umum itu adalah hak semua warga.

“Dia mendukung sekali dengan membantu sosialisasi tentang itu. Pemerintah kan kesulitan. Antara pergub dan fatwa kan bersinergi sebetulnya,” tegas Samsul. (dkw/merdeka)

Redaktur: Samin Barkah, Lc

Topik:

Keyword: , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (6 orang menilai, rata-rata: 8,33 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://twitter.com/yudisantel Yudi Wahyudi

    Mengemis haram sih setuju karena memang tidak dibolehkan…namun demikian pengemis pasti tertap ada, karena hidup itu pilihan jadi tetep banyak orang yg memilih jadi pengemis..maka jika mau memberi kepada pengemis harus pilih2 yg memang kondisinya benar pengemis (Sudah renta tak punya sanak famili) itu patut diberi, namun jika orang masih sehat lebih baik diberi upah dengan mengerjakan sesuatu yg ringan2, seperti membersikan pekarangan, motong tanaman dll, tentu upah semacam ini lbih besar dari sekedar memberi kpd pengemis…dan bisa mendidik dan memberi peluang kerja pd masyarakat miskin…coa saja jika satu hari bisa 10 rumah saja x Rp 10.000,- maka satu bulan bisa Rp 3.000.000,- suatu penghasilan yg lumayan dan halal bukan?

    • http://www.facebook.com/rumahbanna Rumah Al Banna

      setuju mas, kalau bisa dikasih pekerjaan sekalian :)

    • http://www.facebook.com/benny.ohorella Benny Ohorella

      Saya pernah bertemu dengan orang yg sering minta uang ke saya, masih muda, kira-kira seumur anak SMA walau dia sdh tdk bersekolah. Memang keluarganya sangat melarat, ibunya bekerja sbg pembantu. Dia sering membantu2 org yg sdg berolahraga jadi ballboy atau beres2 lapangan (menggulung/masang net dll). Nah dari yg berolahraga dia sering dpt tip, tapi sering dia jg minta2 tambahan uang. Saya pernah menawarinya berdagang (kebetulan saya ada barang dagangan) agar bisa dpt penghasilan lbh besar, dia menolak katanya nggak bisa dagang. Salah satu kawannya yg sama2 membantu di lapangan sering diminta orang utk membersihkan rumah, taman, pekerjaan pertukangan kecil, pernah saya minta utk membantu kawannya itu bahkan saya rela menambahi uang utk pekerjaan yg harusnya dilakukan oleh satu orang jadi dua orang, dia bilang tdk kuat. Pernah saya tawari agar sekolah lagi saja sehingga bisa bekerja dgn lebih baik, dia bilang sdh nggak mampu belajar. Sekarang saya sdh pindah dari tempat tinggal saya dkt rumah dia itu jadi tdk tahu lagi apa yg terjadi dgn dia, yg pasti dia pasti tambah besar sekarang. Walau memang ada juga org yg melarat spt dia tapi akhirnya bahkan bisa mengangkat ekonomi keluarganya.

Iklan negatif? Laporkan!
87 queries in 1,290 seconds.