ankara escort Wordpress Tema c99 Shell Terkait Hanya 10 Parpol Pemilu 2014, Din: Seharusnya Kedepankan Kebebasan Berserikat - dakwatuna.com
Home / Berita / Nasional / Terkait Hanya 10 Parpol Pemilu 2014, Din: Seharusnya Kedepankan Kebebasan Berserikat

Terkait Hanya 10 Parpol Pemilu 2014, Din: Seharusnya Kedepankan Kebebasan Berserikat

Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah. (kompas.com)
Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah. (kompas.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Ketua Umum PP Muhamadiyah, Din Syamsudin menyatakan bahwa banyaknya partai politik yang tidak lolos akan menimbulkan kegaduhan politik.  “Itu akan sangat mungkin,” tegas Din kepada wartawan, di gedung parlemen di Jakarta, Selasa (8/1).

Din menyampaikan hal itu guna menanggapi hasil verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang hanya meloloskan10 partai politik sebagai peserta pemilihan umum 2014. “Seharusnya kita bisa mengedepankan kebebasan berserikat dan berkelompok membentuk parpol,” kata Din lagi.

Din mengaku tidak tahu alasan sehingga undang-undang membatasi parpol peserta Pemilu. Menurutnya, UU seperti itu dibuat oleh parpol yang ada di parlemen.

“Jadi, ototmatis parpol yang ada di parlemen memperjuangkan kepentingan partainya sendiri. Dan seyogyanya UU itu direvisi,” kata Din.

Seperti diketahui, KPU menyatakan hanya 10 partai politik yang lolos verifikasi faktual untuk menjadi peserta Pemilu 2014. Hal itu merupakan keputusan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil verifikasi dan penetapan parpol peserta Pemilu 2014 di ruang sidang gedung KPU, Jakarta, Selasa (8/1) dini hari.

Pengumuman tersebut dilakukan seusai seluruh parpol menyampaikan nota keberatan kepada KPU. Sepuluh partai yang dinyatakan lolos adalah Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P),  Partai Demokrat, Partai Gerindra,  Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura),  Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem). (boy/jpnn)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 4,40 out of 10)
Loading...Loading...

Tentang

Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat kabinet.  (detik.com)

Untuk Perbaiki Kepuasan Publik Jokowi Diminta Jadi Petugas Rakyat, Bukan Petugas Partai

  • http://twitter.com/freemanchobonk jubaedi

    semakin banyak partai, semakin banyak masalah dan semakin banyak dana keluar, biasanya juga ujung-ujungnya koalisi…..tinggal rakyat aja pinter,cerdik dan hati-hati dalam menyalurkan aspirasinya……..yang penting rakyat yang sudah punya hak pilih jangan dibatasi/kayak jaman dulu ditodong untuk milih partai tertentu…………