Home / Berita / Nasional / Muhammadiyah Siap Kebut Ekonomi Berlandaskan Islam

Muhammadiyah Siap Kebut Ekonomi Berlandaskan Islam

Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. (Republika/Agung Supri)
Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. (Republika/Agung Supri)

dakwatuna.comTahun 2013 direncanakan menjadi titik balik ekonomi umat Islam. Sebab, gerakan-gerakan dakwah mulai fokus menggarap ekonomi umat di tahun ini. Organisasi Masyarakat (Ormas) Muhammadiyah juga ‘ancang-ancang’ untuk mengebut ekonomi umat Islam di Indonesia.

Bahkan, Muhammadiyah rencananya akan fokus untuk mengembangkan ekonomi umat yang terintegrasi dengan ‘civil society’. Artinya, Muhammadiyah mengejar predikat masyarakat madani bagi umat di tahun ini.

Menurut Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, untuk menciptakan masyarakat madani, umat Islam di Indonesia harus kuat dalam hal ekonomi. Sebab itu, Muhammadiyah ingin memerkokoh kekuatan masyarakat madani di Indonesia.

“Apapun, umat Islam mayoritas menjadi penyangga ‘civil society’,” kata Haedar di Jakarta, Senin (7/1), sebagaimana dilaporkan Republika.

Haedar menambahkan, Muhammadiyah sudah menyiapkan dua strategi untuk mengembangkan hal itu. Pertama, rivitalisasi pengembangan amal usaha Muhammadiyah.

Artinya, Muhammadiyah akan membenahi lahan usaha yang dimilikinya untuk ekspansi. Amal usaha Muhammadiyah seperti Pondok Pesantren, Perguruan Tinggi, Sekolah-sekolah, Rumah Sakit, akan dikembangkan hingga menyentuh daerah terpencil.

Amal-amal usaha itu, kata Haedar, akan ditingkatkan kualitasnya serta mengembangkann jaringan yang lebih luas lagi. Pasalnya, hal itu menjadi syarat majunya umat Islam. Menurut Haedar, kalau amal usaha maupun layanan sosial umat Islam tidak bergerak, umat Islam tidak akan ikut bergerak maju.

Caranya, Muhammadiyah akan mengembangkan juga jumlah cabang maupun ranting. Saat ini, jumlah cabang Muhammaddiyah sudah mencapai 3.366 dari 6.093 Kecamatan di Indonesia. Sedangkan jumlah Ranting baru mencapai 12.783 dari 73.067 Kelurahan atau Desa.

Haedar menambahkan, terobosan kedua yang akan dilakukan tahun ini, Muhammadiyah akan menyisir dakwah ekonomi ke akar rumput. Sebenarnya Muhammadiyah sudah cukup modal modal mengembangkan program ini.

Sebab, Muhammadiyah sudah mengembangkan pemberdayaan masyarakat atau ekonomi melalui pengembangan pertanian terpadu.

Terobosan ini juga mampu mengangkat peran cabang maupun ranting. “Ini akan jadi pengembangan model cabang dan ranting alternatif,” kata Haedar.

Bahkan, Muhammadiyah juga akan mengembangkan dan memberdayakan kaum difabel. Yaitu melalui penguatan kapasitas kaum difabel, fasilitas publik bagi kaum difabel, dan lapangan kerja untuk mereka. Ini merupakan model pengembangan cabang dan ranting alternatif. (Citra Listya Rini/Agus Raharjo/ROL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi. (vm-kompania.com)

Implementasi Perkembangan Praktik Audit Syariah di Bank Islam Malaysia

Organization