Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Berbahagialah Ikhwah!

Berbahagialah Ikhwah!

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Bismillah…

Ilustrasi. (nunalifnunalif.blogspot.com)
Ilustrasi. (nunalifnunalif.blogspot.com)

dakwatuna.com – Selamat berbahagia bagi ikhwah yang telah dipertemukan dengan wanita shalihah, bersyukurlah pada Allah karena telah menjodohkan kalian dengan perhiasan dunia seperti kita sering mendengar kalimat mutiara bahwa sebaik-baiknya hiasan dunia adalah wanita shalihah.

Karena tidak semua laki-laki bisa mendapat jodoh dan disandingkan dengan wanita shalihah. Kalian adalah laki-laki terpilih, beruntung, berhasil dan dianugerah Allah. Apalah artinya tahta, kekayaan dan jabatan, jika pendamping hidup kalian tak bisa menjaga hati, mentaati Rabbi, dan tak santun.

Ikhwah hanya orang terpilih, pantas dan layak mendapat wanita shalihah. Apalagi saat ini hidup di zaman yang penuh godaan dan hidup di zaman hedonisme yang tidak mudah menemukan wanita shalihah. Banyak wanita yang mengumbar aurat, tanpa malu sedikit pun, wanita mengutama kecantikan fisik, wanita berfoya-foya demi kesenangan,  dan wanita hanya tergiur dengan materi. Apakah ikhwah mau wanita seperti itu? Tentu jawabannya, tidak!!!

Maka wanita shalihah sekarang sudah menjadi unik, langka dan susah untuk dicari. Ia bertarung dengan nafsunya, bertarung dengan cibiran lingkungan, dengan celaan berdandan kuno. Berupaya setiap hari memperbaiki keimanan, kesantunan dan keindahan hatinya.

Apakah ikhwah tidak merasa bahagia dan senang mendapat atau dijodohkan dengan wanita shalihah? Pasti bersyukur dan bergembira. Untuk itu ikhwah fillah, jagalah wanita shalihah tersebut dengan landasan cinta pada Allah.

Bagi ikhwah yang telah menemukan bidadari (wanita shalihah), maka jagalah hatinya, jangan terlalu memanjakannya, dan jangan pula menyakitinya karena dia adalah wanita rapuh di balik ketegarannya.

Ikhwah, jangan pernah terpikir dalam benak kalian untuk meninggalkan atau mencari gantinya. Mengatakan ia tak sempurna, atau tak sesuai dengan kriteria. Percayalah bahwa ketika Allah mempersatukan kalian dalam sebuah ikatan perkawainan, maka ikatan itu penuh keberkahan, penuh ibadah, berlimpah pahala, dan cinta yang halal.

Semoga pertemuan ikhwah dan akhwat dalam ikatan cinta yang didasari cinta kepada Allah, akan Allah anugerahkan keberkahan, lahirnya generasi rabbani, dan menjadi teladan bagi yang lainnya.

Bagi akhwat, bersenang-senanglah kalian dengan mendapat pemimpin yang  bertanggung jawab dunia-akhirat. Semoga cinta kalian kekal hingga akhirat dan disatukan kembali nanti di yaumil akhir. Allahuma Amin.

About these ads

Redaktur: Samin Barkah, Lc., ME

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 8,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sholiat Alhanin
Alumni Unpad dan UGM. Berprofesi sebagai Dosen, Penulis Lepas dan Penyiar

Lihat Juga

Al-Hikam Ali ibn Abi Thalib