Rezeki

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com “Dan tidak ada suatu makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. (QS. Huud (11): 6)

Ada beberapa hikmah yang dapat kita petik dari ayat tersebut, di antaranya:

1. Allah Ar-Rahmaan

“Dan tidak ada suatu makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya”.

Nama Allah yang paling utama di antara 99 nama adalah Ar-Rahmaan yang berarti Maha pemurah. Allah maha memberi setiap makhluk di bumi tanpa terkecuali, walaupun mereka sering menyakiti Allah dengan tidak menjalankan perintahnya dan bahkan menghina serta menyekutukanNya. Seperti yang terdapat pada sebuah hadits shahih yang artinya:

“Tidak seorang pun yang lebih sabar mendengar sesuatu yang menyakitkan selain Allah, karena meskipun Allah disekutukan dan dianggap memiliki anak, tetapi Allah tetap memberi kesehatan dan rezeki kepada mereka”. (HR. Muslim, 5016).

Itu berarti bahwa setiap makhluk di muka bumi sudah ada jaminan rezekinya dari Allah SWT tanpa terkecuali. Sering banyak timbul pertanyaan, mengapa orang yang tidak pernah menyembah Allah itu kaya raya? Hal itu menunjukkan bahwa Ar-Rahmaan-Nya meliputi semua makhluk.

2. Allah Maha Mengetahui

“Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya”

Dalam tafsir Ibnu Katsir, Ali bin Abu Thalhah dan perawai yang lain meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA bahwa maksud firman Allah “Dia mengetahui tempat kediamannya” adalah tempat kediaman (tempat tinggal), dan “dan tempat penyimpanannya” adalah tempat ketika mereka meninggal. Hal ini menunjukkan bahwa Allah SWT maha mengetahui apa yang terjadi pada kita, sehingga kita harus selalu merasa berada dalam pengawasan Allah SWT. Seperti yang dapat kita lihat pada surat Al-An’am (6) ayat 59 sebagai berikut:

وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ ﴿٥٩﴾

“dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” (QS. Al-An’am (6): 59)

3. Catatan Allah

“Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”

Allah sudah memiliki catatan kehidupan kita di dalam sebuah kitab yang bernama Lauh Mahfuzh. Menurut beberapa ulama, Lauh Mahfuzh merupakan sebuah kitab yang berisi catatan-catatan rahasia Allah SWT baik yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi seperti yang pada firman Allah SWT pada surat Al-Hadid (57) ayat 22 sebagai berikut:    

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ ﴿٢٢﴾

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hadid (57):22)

Dengan demikian, sesungguhnya setiap dari kita sudah dijamin rezekinya oleh Allah SWT. Sehingga kita tidak perlu khawatir lagi akan rezeki kita, dan tugas kita di dunia hanyalah berusaha maksimal dengan mengikuti tuntunan Allah SWT yang terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Allohua’lam bishowab.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Dwiki Ananto Yudo
Ketua Forum Silaturahim Remaja Masjid dan Musholla se-Cipinang Melayu.
  • Aminn Ya Allah Amiinnnnnnn

Lihat Juga

Beberapa buku yang pernah ditulis Ahmad Fauzi. (twitter.com/samarra79)

Hina Nabi Muhammad dan Islam, Orang Ini Masuk RSJ

Organization