Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Tidak Parsial Tapi Syamil

Tidak Parsial Tapi Syamil

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (donialsiraj.wordpress.com)
Ilustrasi (donialsiraj.wordpress.com)

dakwatuna.com – Kita ketahui, Islam merupakan agama yang tidak mungkin dilepaskan dari masalah-masalah kontemporer atau seiring perkembangan zaman. Di bidang kehidupan manapun Islam senantiasa mengambil perannya. Di bidang politik, sosial, ekonomi, budaya dan bidang lainnya Islam mengatur semua ini dan menawarkan solusi. Karena Islam bukan semata-mata agama dengan perangkat ritual ibadah saja. Tapi sayangnya kebanyakan orang berburuk sangka terhadap Islam. Mereka menganggap bahwasanya Islam tidak memiliki konsep politik, ekonomi, sosial budaya, dan ideologi lainnya. Hal yang mendasar dari itu semua karena pemahaman akan Islam yang setengah-setengah atau tidak kaffah.

Bukankah Islam agama yang sempurna? Bukankah Islam sebagai rahmatan lil’alamin? Bukankah pula Islam mengatur hal-hal yang sifatnya kecil hingga besar?

Oleh karenanya kita perlu paham,

Bahwasanya Islam ini agama yang mengatur semua aspek tatanan kehidupan, sehingga dakwah Islam itu pun harus menyeluruh pada seluruh sektor kehidupan, karena ini adalah sunnatullah (seluruh yang ada di langit dan bumi tunduk pada hukum-hukum Allah). Dakwah yang menyeluruh (syamil) akan terwujud apabila di dukung oleh orang-orang yang memasuki Islam secara menyeluruh pula.

Namun terlihat saat ini, ada sebagian kelompok yang sangat menekankan pada aspek akhlaqiyah bersamaan dengan itu meniadakan aspek aqliyah, jasadiyah serta usaha ke arah pembentukan masyarakat islami. Ada pula sebagian kelompok mengutamakan segi aqliyah dengan mengabaikan aspek lainnya. Selain itu masih lagi ada kelompok yang sangat antusias untuk mendirikan Khilafah Islamiyah tetapi menafikan aspek lainnya. Ketiga jenis kelompok di atas tadi tidak menggambarkan metode dakwah yang syamil (menyeluruh) tetapi mencerminkan sifat parsial (juz’iyah).

Dakwah yang parsial (Sebagian-sebagian) sangat mudah di gebug thagut. Dia tidak memiliki kekuatan berarti di mata perusak bumi. Sebaliknya mereka dianggap lunak dan mudah diadu domba satu sama lain. Untuk diketahui, dakwah seperti inilah yang diinginkan thagut.

Sebaliknya, dakwah yang syamil adalah dakwah yang akan mengawal gerakan Islam. Gerakan Islam yang dimaksud adalah gerakan Islam yang berlaku di setiap negara.

Untuk mewujudkan peradaban islami yang menjadi harapan muslim pada umumnya. Dalam hal ini maka setiap muslim diminta kontribusinya di dalam memainkan perannya dalam membangun peradaban Islam. Proyek raksasa ini tidak mungkin mencapai sasaran jika dilaksanakan secara individual, tetapi ia harus berjalan secara kolektif (Amal jama’i). Untuk itu pula dalam mewujudkan proyek raksasa ini diperlukan pemahaman Islam yang menyeluruh.

Melihat pentingnya rekayasa tersebut, saya jadi teringat ungkapan Al-Imam Syahid Hasan Al-Banna tentang Karakteristik dakwah, sebagai berikut: “Garis perjuangan berfase-fase (bertahap)…. memakan waktu lama… tidak tergesa-gesa memperoleh hasil…. dan setiap persoalan telah ada ketentuan (dari-Nya)”.

Jika sistem atau metodologi dakwah ini dapat kita terapkan dengan baik, insya Allah secara bertahap masa depan Islam akan lebih baik dari pada hari ini. Dan akan segera terwujud peradaban modern yang akan dikendalikan Islam. Dan Lahirlah khilafah Islamiyah bukan lagi sekadar wacana. Insya Allah.

Saatnya semua muslim bersatu. Allahu Akbar!

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ramadhan Aziz
Sebagai seorang mahasiswa di Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta, yang mencoba untuk senantiasa bisa memperbaiki diri dengan terjun dalam dunia dakwah. Mencoba aktif di berbagai organisasi. Seperti KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) komisariat Madani, FLP Jakarta (Forum Lingkar Pena), Mencoba untuk konsern pula di ADS (Aktivitas Dakwah Sekolah) dengan mengisi agenda mentoring per pekan di sekolah yang ada di kabupaten Bogor. Dengan moto Melangkah dan Berkarya.

Lihat Juga

Menteri agama Turki menerima perwakilan muslim Rohingya. (Islammemo.cc)

Menag Turki: Dunia Islam Bertanggungjawab atas Tragedi Muslim Rohingya

Organization