Home / Berita / Nasional / Terkait Laporan UKP4; Mahfudz Siddiq: “Ini Negeri Tanpa Nama”

Terkait Laporan UKP4; Mahfudz Siddiq: “Ini Negeri Tanpa Nama”

Anggota DPR dari Fraksi PKS Mahfudz Siddiq. (inet)
Anggota DPR dari Fraksi PKS Mahfudz Siddiq. (inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfud Sidiq enggan untuk menanggapi laporan dari Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian (UKP4) yang mengatakan ada enam Kementerian tidak bekerja secara maksimal selama tahun 2012.

Sebab, UKP4 tidak menyebutkan kementerian yang dianggap tidak bekerja secara maksimal itu. Menurut Mahfudz, hal itu tidak jauh beda dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang mengatakan ada rekening gendut milik anggota DPR tanpa menyebutkan nama.

“Jangan main tebak-tebakan dong. Bikin mules. KPK ngomong naikin status Century tapi enggak sebut nama, PPATK ngomong rekening mencurigakan tapi enggak sebut nama, UKP4 ngomong rapor merah tapi enggak sebut nama. Terus apa bedanya dengan gosip? Mules dengarnya,” kata dia saat dihubungi wartawan, Jumat (4/1/2013).

Selain itu, Mahfudz juga menyindir perilaku dua orang pejabat negara, yakni Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam yang belakangan juga sempat menyebutkan ada kongkalingkong kementerian dengan DPR, tanpa menyebut nama yang benar.

“Sekalinya sebut nama, seperti DI (Dahlan Iskan), eh terus dikoreksi, Nama yang disebut udah babak-belur duluan. DA (Dipo Alam) pun ikut-ikutan nyanyi enggak sebut nama. “Negeri Tanpa Nama”,” tutup Mahfudz. (ugo/okezone)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 9,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi. (dakwatuna/hdn)

Negeri Burung Garuda