Home / Berita / Daerah / Aher Bentuk Tim Atasi Limbah Kerajinan Kulit di Garut

Aher Bentuk Tim Atasi Limbah Kerajinan Kulit di Garut

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya Jawa Barat untuk mencintai produk kerajinan hasil olahan kulit dari Indonesia terutama dari garut. Menurutnya, Hasil olahan produksi kerajinan hasil olahan kulit Sukaregang Garut tidak kalah dengan hasil produksi dari luar negeri. Hal ini disampaikannya saat mengunjungi sentra produksi hasil olahan kulit di Sukaregang Garut, Kamis (3/1) siang. (Facebook)
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya Jawa Barat untuk mencintai produk kerajinan hasil olahan kulit dari Indonesia terutama dari garut. Menurutnya, Hasil olahan produksi kerajinan hasil olahan kulit Sukaregang Garut tidak kalah dengan hasil produksi dari luar negeri. Hal ini disampaikannya saat mengunjungi sentra produksi hasil olahan kulit di Sukaregang Garut, Kamis (3/1) siang. (Facebook)

dakwatuna.com – Bandung. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, membentuk tim untuk mengatasi limbah di sentra kerajinan kulit Sukaregang-Garut.

Tim ini, nantinya bertugas untuk mengkaji dan menangani limbah yang dihasilkan dari kerajinan kulit. Pasalnya, hingga saat ini penanganan limbah tersebut belum tertangani maksimal.

“Ada dua kesepakatan dari pertemuan tadi. Pertama, bersama-sama memajukan industri kerajinan kulit. Kedua, bersama-sama menangani limbah yang semakin banyak,” ujar Heryawan yang akrab disapa Aher usai berdialog dengan para pengusaha dan pengrajin kulit Sukaregang, Garut.

Ia menjelaskan, tim yang akan diturunkan nantinya akan mengkaji berapa Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) yang dibutuhkan. Tugas lainnya, mencari titik ideal lokasi Ipal.

“Termasuk mengevaluasi Ipal yang sekarang sudah ada tapi belum maksimal,” kata Aher.

Selain Ipal, yang tak kalah pentingnya adalah pembuatan standar aturan operasional dan sanksi yang disepakati bersama. Jadi, kalau ada pengerajin yang melanggar aturan harus diberikan sanksi.

Aher menilai, permasalahan limbah yang kini dihadapi industri kerajinan kulit, merupakan pertanda kemajuan industri. Ketika beberapa tahun lalu Ia kelokasi yang sama, masalah yang dihadapi pengrajin adalah permodalan.

“Dulu soal kesulitan modal, belum ada nih toko-toko di sepanjang jalan ini. Kini sudah maju, masalahnya limbah. Kita harus selesaikan juga,” tegas Aher. (Setyanadivita Livikacansera/Arie Lukihardianti/ROL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Banjir bandang dan tanah longsor melanda Kota Garut dan sekitarnya akibat meluapnya Sungai Cimanuk. (dakwatuna.com)

Dakwatuna Peduli Garut

Organization