05:02 - Minggu, 21 September 2014

Polisi Selidiki Sepatu Kulit Babi Berlabel Halal Produksi Kickers

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 03/01/13 | 09:59 | 19 Safar 1434 H

Ilustrasi - Sepatu Kickers (www.aneka-sepatu.com)

Ilustrasi – Sepatu Kickers (www.aneka-sepatu.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Polda Metro Jaya telah memeriksa pihak pemilik toko terkait penjualan sepatu merek Kickers yang terbuat dari kulit babi, tetapi berlabel halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, selain memeriksa pemilik toko tempat sepatu Kickers dari kulit babi berlabel halal itu ditemukan, polisi juga telah mengambil contoh sepatu merek ternama itu.

“Sampel yang sudah diambil dari toko ada dua, baik sepatu yang ada label halalnya, maupun yang ada tulisan pig skin lining,” kata Rikwanto, Rabu (2/1/2013).

Rikwanto menjelaskan bahwa proses berikutnya adalah pemanggilan terhadap pihak distributor Kickers. “Minggu ini, akan dilakukan pemanggilan. Diharapkan distributor dapat hadir,” ujarnya.

Menurut Rikwanto, pemanggilan pihak distributor Kickers tersebut masih sebatas sebagai saksi untuk mengurutkan permasalahan.

“Dari situ nantinya bisa ditemukan pihak yang bertanggung jawab. Begitu juga dengan siklus dan faktanya juga akan terungkap,” kata Rikwanto.

Polisi juga berencana mengundang saksi ahli dari MUI untuk menjelaskan perihal label halal yang terpasang di sepatu Kickers tersebut.

“Kami sudah berkirim surat pada MUI,” imbuh Rikwanto.

Sepatu Kickers diadukan oleh seorang konsumen bernama Winarno, Rabu (19/12/2012) silam. Dalam sepatu tersebut terdapat label Pig Skin Lining, tetapi tertempel stiker halal. (Tri Wahono/KCM)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (1 orang menilai, rata-rata: 7,00 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
49 queries in 1,242 seconds.