Home / Berita / Nasional / Faktor Lemahnya Legislasi di DPR Ada di Pemerintah

Faktor Lemahnya Legislasi di DPR Ada di Pemerintah

Hidayat Nur Wahid. (tabloidkampus.com)
Hidayat Nur Wahid. (tabloidkampus.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Partai Keadilan Sejahtera menilai pemerintah sebagai faktor lemahnya proses legislasi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Kita tahu bahwa betul legislasi itu kekuasaannya ada di DPR, tapi harus dengan pemerintah. Banyak kasus dimana pemerintah tidak mau, tidak datang, ya tidak selesai. Jadi jangan masa reses saja yang dijadikan kambing hitam, karena juga ada faktor-faktor lain,” ujar Ketua Fraksi PKS di DPR Hidayat Nur Wahid, di kantor DPP PKS, Jakarta, Selasa (1/1/2013).

Menurutnya tidak hanya dari faktor aanggota dewan dan sistem yang berlaku di DPR saja yang perlu dikritisi, sikap pemerintah sebagai mitra DPR juga kerap menjadi faktor lambannya proses legislasi di DPR.

“Kadang-kadang tidak optimalnya anggota DPR bukan karena masa reses panjang atau pendek, kadang-kadang juga karena misalnya faktor legislasi yang banyak dikritisi,” kata Hidayat.

Mengurangi masa reses anggota dewan, kata Hidayat, tidak menjamin proses legislasi di DPR menjadi lebih efektif. Karena faktor lambannya proses legislasi tidak selalu disebabkan dari mekanisme di DPR.

“Tapi yang penting adalah agar terjadi maksimalisasi peran dari anggota DPR, maka bukan hanya masa reses yang dikurangi, tapi juga komitmen dari seluruh fraksi. Melalui para pimpinannya untuk betul-betul menghadirkan komitmen dan disiplin dari anggota fraksi untuk mengikuti segala kegiatan di DPR, baik itu rapat paripurna, rapat komisi, kunjungan kerja, harian dalam rapat di pansus,” kata Hidayat. (jat/inilah)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis.

DPR Berharap Masyarakat Tidak Terprovokasi Bom Gereja Samarinda