Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Kesebangunan Amal

Kesebangunan Amal

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

buku-urgensi-al-qudwah-di-jalan-dakwahdakwatuna.com – Dakwah bersama jamaah/organisasi adalah dakwah yang paling efektif. Sebaliknya dakwah secara bersendirian akan tidak maksimal apa yang dihasilkannya. Atas dasar ini Allah S.W.T mengisyaratkan dalam Al-Quran dengan firman-Nya:

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di kalangan kamu segolongan umat yang menyeru pada kebaikan, menyuruh pada ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)

Hadits Nabi SAW:

Imam Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya dari hadits Abdullah bin Amr sesungguhnya Nabi SAW bersabda: “Tidaklah dibenarkan bagi tiga orang yang berada pada sebuah padang di bumi kecuali mereka mengangkat pemimpin salah seorang di antara mereka”.

Dalam ayat dan hadits tersebut telah dijelaskan tentang wajibnya melaksanakan dakwah secara bersama (berjamaah) atau melaksanakan kerja bersama (Amal Jama’i). Sebab ikhtiar/ usaha seseorang dengan cara sendiri tidak akan mampu memikul segala tugas dan tanggungjawab dakwah dan tidak akan berdaya melaksanakan segala tuntutan perjuangan dan musuh dakwah. Oleh karena itu harusnya semua usaha dan kerja anggota organisasi harus selalu berbentuk gerakan bersama (amal jama’i).di mana saja, mereka tidak bergerak dan bertindak sendirian. Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفّاً كَأَنَّهُم بُنيَانٌ مَّرْصُوصٌ

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh (QS. Ash-Shaff: 4)

Harus ada kesebangunan amal pada seluruh kader dalam bekerja, dan berada dalam barisan yang teratur. Setidaknya ada tiga kesebangunan dalam amal jama’i:

1. Kesebangunan Bentuk

Ibarat membangun sebuah rumah, seluruh pekerja saling bahu membahu untuk mewujudkan desain rumah menjadi kenyataan. Ada yang bertugas sebagai tukang batu, tukang kayu, tukang listrik, kuli bangunan dan lain sebagainya. Kesebangunan bentuk tujuan dan kesatuan fikrah akan membuat setiap kader bekerja dan berkontribusi sesuai kapasitas dan kebutuhan organisasi. Ketika seorang kader bekerja tidak mengacu kepada bentuk dan pola yang telah ditetapkan, maka tujuan organisasi akan sulit diwujudkan. Hal penting yang harus diperhatikan adalah setiap kader berkontribusi dan terkoordinasi.

2. Kesebangunan kecepatan

Kecepatan adalah kemampuan gerak per waktu. Kecepatan gerak kader harus sejalan dengan kecepatan organisasi. Gerak yang melambat akan tertinggal oleh gerbong perubahan. Gerak yang terlalu cepat akan menimbulkan ketergesa-gesaan, tidak sabar dengan proses dan tahapan yang akhirnya gugur di tengah perjuangan.

Dalam sebuah organisasi kita sering menyaksikan ada seorang yang sangat sibuk, ada yang santai-santai dan ada pula yang kurang peduli. Padahal seyogianya semua harus bekerja dengan kecepatan yang sama, sesuai dengan ritme kecepatan organisasi.

3. Kesebangunan daya

Daya atau power dalam bekerja adalah bukti kesungguhan dalam bekerja untuk mencapai tujuan. Menunaikan amanah dengan setengah hati dan ogah-ogahan adalah tanda daya kita lemah, dan tentu akan melemahkan organisasi. Jika Abdurrahman bin auf berinfaq dengan hartanya, Salman Al-farisi menyumbangkan ide berliannya untuk memenangkan perang Khandak, dan para sahabat lain yang siap syahid di jalanNya. Tentu kita pun bisa bekerja, berkontribusi dengan kesungguhan dan sekemampuan untuk memenangkanNya, walaupun bentuk amalnya berbeda.

Wallahu A’lam bishshawab.

 

Pustaka:

  1. Al-Qur’anul qariim
  2. 2.      Amal Jama’i, As-Syaikh Mushthafa Masyhur

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Imam Rohani
Mahasiswa Pasca sarjana S2, Program Studi Teknik sipil, Kosentrasi Keairan, Universitas Hasanuddin.

Lihat Juga

Al-Quran yang Shalih LiKulli Zaman Wal Makan Membuktikan Bahwa Li Kulli Zaman Rijaaluhu