Home / Berita / Daerah / Hindari Budaya Hedonisme, Muslimat NU Palu Gelar Dzikir Akbar

Hindari Budaya Hedonisme, Muslimat NU Palu Gelar Dzikir Akbar

Logo Muslimat NU. (inet)
Logo Muslimat NU. (inet)

dakwatuna.com – Palu. Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) menyambut tahun baru 2013 dengan kegiatan bernuansa religi. Bertempat di masjid Al-Hidayah Jalan Mulawarman Kelurahan Besusu Barat, Muslimat NU menggelar dzikir, Senin (31/12).

Dzikir akbar Muslimat NU dihadiri sekitar 700-an jamaah yang terdiri dari masyarakat Besusu Barat serta dari beberapa kelurahan lainnya di Kota Palu. Dzikir dimulai setelah seluruh jamaah melaksanakan salat Ashar secara berjamaah.

“Dzikirnya kita mulai sekitar pukul 15.45 wita. Dzikir ini kami gelar sebagai bentuk rasa syukur terhadap Allah Swt yang masih memberikan kita nikmat dan umur panjang hingga di penghujung tahun 2012,” kata Ketua Muslimat NU Kota Palu, Raoda Andris, sebelum pelaksanaan zikir.

Peserta zikir dominan mengenakan gamis putih bagi pria serta busana muslim putih bagi wanita, tampak larut dalam bacaan zikir dan tabligh shalawat selama kurang lebih 30 menit. Zikir dipimpin oleh ustad Abd Azis SAg, MM.

Setelah bacaan zikir dan shalawat selesai, barulah acara dilanjutkan dengan ceramah agama. Penceramah yang dihadirkan yakni ustad Fahmi Jawwas, Lc, MA. Dalam ceramahnya berdurasi 20 menit, sang dai menekankan kepatuhan seorang hamba terhadap sang penciptanya.

“Alhamdulillah zikir jelang pergantian tahun ini, bekerjasama dengan Gerakan Pemuda Ansor Sulteng. Sejumlah majelis zikir yang ada di Kota Palu juga kita undang pada zikir kali ini,” kata Raodah.

Pada momentum pergantian tahun dari 2012 ke 2013, Muslimat NU lebih memilih kegiatan bernuansa religi dalam penyambutannya. Karena Muslimat NU berkeinginan supaya kegembiraan yang dilakukan tetap dalam batasan. Kebehasilan yang dicapai di 2012 hendaknya menjadi cambuk guna lebih memacu semangat di 2013.

“Dengan berzikir, hati kita selalu dekat dengan Allah Swt. Kita mudah mengendalikan diri dan tidak larut dalam perayaan yang lebih bersifat hedonism semata,” kata Raodah, sebagaimana dilaporkan Radar Sulteng.

Hal senada disampaikan Sekretaris Muslimat NU Kota Palu, Asriyanti R Santo. Perempuan berkacamata ini mengatakan, zikir akbar yang dilaksanakan Muslimat NU kiranya dapat menjadi sarana evaluasi diri. Apa yang keliru dilakukan di 2012, diupayakan tak terulang lagi di 2013 nanti.

“Kita semua harus mampu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Mulai dari keluarga, karir dan hubungan kita di masyarakat dengan sesama, semoga lebih baik di tahun 2013 nanti,” ujar Asriyanti.

Dan tahun 2013 diharap menjadi tahun istimewa bagi dirinya dan khususnya Muslimat NU Kota Palu. Banyak rencana-rencana kerja yang akan dilakukan pihaknya. Apalagi dalam mendorong kesuksesan organisasi dan anggota organisasi, Asriyanti yakin momentum tahun baru akan memberi semangat yang luar biasa.

“Pergantian tahun mesti menjadi introspeksi bagi kita pribadi khususnya. Yang masih kurang baik kita perbaiki, sedangkan yang sudah baik kita pertahankan. Ini komitmen kita di tahun 2013,” demikian Asriyanti.

Pada zikir akbar sore kemarin, turut hadir Ketua Muslimat NU Sulteng, Hj Asriah Salim. Asriah tampak ikut berbaur dengan ratusan jamaah melantunkan bacaan zikir dan tabligh shalawat. Tak ketinggalan hadir jajaran Pemkot, kelurahan dan kecamatan, serta Ketua Gerakan Pemuda Ansor Sulteng, Sahran Raden. (fri/jppn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Menyambut Gerhana Matahari dengan Berpikir dan Dzikir