Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Terima Kasih Atas Ta’aruf Itu

Terima Kasih Atas Ta’aruf Itu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Sejak awal Ana seakan tak percaya
Dengan tawaran yang ditawarkan
Diri yang tak punya apa-apa ini
Ditawari bidadari penuh hal membanggakan
Ibarat langit dengan bumi
Kau yang begitu memesona

Akhwat luar biasa, begitu aku menyebutmu
Hafal 30 juz,
bagiku ini adalah fitnah
aku yang bahkan tak hafal juz 30
tak percaya.
Begitu rasaku berulang kali

Tapi akhirnya aku turuti
Permintaan sang murabbi
Aku kirim juga proposalku
Setelah itu aku menerima proposalmu

Waktu ta’aruf pun tiba
Aku terhenyak, kau benar-benar bidadari
Tak hanya sisi agamamu yang mengagumkan
Keindahanmu pun hampir melenakan. membius
Aku tanpa beban banyak bertanya kepadamu
Tapi kau malah banyak diam
Hanya sesekali
Tapi merdu suaramu, menyiratkan ketegasan

Ah, dari awal aku sudah menduga
Kau bukan untukku
Aku tahu, yang baik akan mendapatkan yang baik

Aku tak pantas untukmu
Aku tak ada apa-apanya untukmu

Wajar kau menolakku
Tak ada yang bisa dibanggakan dariku
Aku mengerti keputusanmu
Mutiara harus berada pada tangan yang tepat
Dan ta’aruf kita berhenti, tak ada lanjutan

Tapi aku hargai keputusan, kejujuranmu
Terima kasih telah bersedia ta’aruf denganku
Aku tersanjung, saat kau bilang
Dari sekian banyak tawaran untukmu
Hanya aku yang membuatmu mau untuk ta’aruf
Meski akhirnya terhenti

Bukannya aku tak mampu mencari yang lainnya
Hatiku tak mudah jatuh pada siapa saja

Bagiku, ta’aruf adalah bagian dari pernikahan yang suci
Tak mudah bagiku untuk melakukannya berulang kali kepada siapa saja
Jika kau berubah pikiran, aku masih menantimu

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (13 votes, average: 8,15 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Supadilah, S.Si
Guru di SMP Islam Terpadu Darul Hikmah Pasaman Barat. Menuntut ilmu di Universitas Andalas, Padang.

Lihat Juga

Bongkar Kebiasaan Lama Daurah Rekrutmen