Home / Pemuda / Essay / Ujian Itu Sesuatu Banget…

Ujian Itu Sesuatu Banget…

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Ujian bagaikan terik sinar sang surya…
Hadir ke dunia bersama berjuta karunia…
Janganlah bertekuk lutut dalam pelukan putus asa…
Janganlah bersimpuh di hadapan duka…

Hadapilah segala tantangan sambutlah harimu dengan suka cita…
Hadapilah segala ujian dalam kesulitan pasti ada kemudahan…

Munsyid : Shoutul Harokah – Hadapilah

Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Para pemuda, mulai dari SMA hingga yang kuliah. Wah… udah tiba masa ujian nih. Ada yang sudah selesai, lega rasanya :). Namun ada yang belum, mesti mempersiapkan dengan matang agar mendapatkan hasil yang maksimal. Sesungguhnya walaupun masa-masa ujian itu adalah masa-masa yang menakutkan, saat-saat yang menegangkan, dan ingin rasa lari daripadanya. Namun inilah yang harus dilalui dan dihadapi. Sebab jikalau kita menghindarinya maka kita tidak akan selesai sekolahnya. Atau kuliahnya akan terhambat. Betul tidak? Oleh sebab itu ujian adalah sebuah tantangan yang harus dilewati untuk sebuah tujuan dan cita. Ia adalah anak tangga yang harus kita daki. Walau mungkin semakin tinggi semakin lelah, itulah pertanda bahwa kualitas diri kita semakin lebih baik. Ujian itu sesuatu yang berat namun pasti kita lalui dan dapatkan.

Dalam setiap ujian ada nilai. Nilai akan diberikan kepada setiap peserta ujian atas seberapa besar usaha yang ia berikan untuk mempersiapkan dan menghadapi ujian yang diberikan. Semakin baik usaha akan meningkatkan kemampuan kita. Semakin baik kemampuan kita menghadapi ujian, maka nilai yang dihasilkan pula akan baik. Tingkat kesulitan ujian beragam di setiap waktu. Semakin tinggi kelas kita semakin sulit pula soal ujiannya. Tingkat kesulitan soal anak kelas 1 SD berbeda dengan soal anak kelas 2 SD. Begitu pula seterusnya. Semakin tinggi kelas kita, soal yang di berikan juga semakin sulit. Sang pemberi ujian sungguh mengetahui kemampuan diri kita untuk menghadapi ujian yang Dia berikan. Dia telah memberikan kita bekal pelajaran dan pengetahuan yang cukup untuk menghadapi soalan dalam ujian. Karena sungguh Dia tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan kita. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” (Qs Al Baqarah: 286).

Jikalau kita berhasil menjawab soal ujian dengan baik dan benar sesuai dengan target yang diberikan, insya Allah kita akan lulus dan berhak atas kenaikan kelas lebih tinggi. Jikalau belum berhasil maka ada ujian susulan. Sampai benar-benar kita mampu melewati ujian tersebut. Sungguh sang pemberi ujian ingin agar kita berhasil menjawab soalan dengan baik dan tepat. Bahkan Dia memberikan kesempatan untuk mengulang sampai berhasil.

Ujian Itu Sesuatu yang “Memaksa”

Pertama, memaksa kita untuk berusaha, untuk mempersiapkan segalanya. Berikhtiar dengan sungguh-sungguh. Tak kenal lelah demi mempersembahkan yang terbaik. Teringat dahulu ketika ingin menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN). Segalanya dipersiapkan mulai dari materi-materi, soal-soal. Waktu digunakan dengan maksimal untuk belajar. Sepulang sekolah tidak ada kata main dan membuang waktu untuk hal-hal sia-sia. Ikut bimbingan belajar, diskusi kelompok atau sekadar menjawab latihan soal. Semua dilakukan untuk mendapatkan nilai terbaik dan lulus dengan hasil yang sempurna dan memuaskan. Ujian itu memang memaksa kita. Memaksa untuk menjadi lebih baik. Bener gak???

Kedua, memaksa kita untuk lebih semangat lagi beribadah dan berdoa. Ada seorang sahabat yang merasa kesulitan untuk bangun shalat malam. Tiba suatu ketika esok hari ia ingin maju sidang tugas akhir. Dengan tekad kuat akhirnya ia dapat bangun malam dan berdua-dua dengan Rabb-nya. Memanjatkan doa agar diberikan kemudahan dalam menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh dosen penguji. Walaupun sebenarnya banyak hal yang dapat kita lakukan untuk dapat bangun malam hari. Namun sungguh ujian itulah yang memaksa diri kita untuk lebih dekat pada-Nya. Karena sesungguhnya pusat segala kekuatan itu ada pada-Nya. Ujian sebesar apapun itu dapat dengan mudah dilalui dengan dekat dan memohon kekuatan dari-Nya. Setelah berikhtiar mari bertawakal serahkan pada-Nya. Jadi ujian itu memaksa kita agar lebih shalih dan dekat dengan-Nya kan. Bener gak???

Ketiga, ujian itu memaksa kita untuk selalu bersabar. Jika soal ujiannya mudah untuk kita jawab sih oke-oke aja. Namun jikalau mendapat soal yang sulit. Soal yang sulit ibarat ujian yang berat. Wah… terkadang kita merasa ingin sekali mundur dan menyerah. Namun itulah makna ujian. Kita dituntut untuk sabar dalam menghadapinya. Dikarenakan keyakinan yang mendalam bahwa sang pemberi ujian adalah sang maha mengetahui akan kemampuan kita, sang pemberi ujian ingin agar kita semakin menjadi pribadi yang lebih baik dengan ujian tersebut. Dan yang terpenting adalah agar kita semakin dekat pada-Nya. Karena ujian itu maha kecil dan Dia maha besar. Allahu Akbar! Bersabarlah sungguh Allah bersama orang yang sabar. Bersabarlah maka engkau akan mampu mengalahkan musuhmu seperti firmannya: “Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar di antaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.” (Qs Al Anfaal: 65). Jadilah air yang sabar. Walaupun ia tertahan oleh sebuah dinding, ia sabar. Sabar menunggu sang mentari datang membuatnya dapat menguap dan menjadi hujan. Pada akhirnya air tersebut berhasil melewati rintangan yang ada di hadapannya. Jadi ujian itu memaksa diri kita menjadi pribadi yang sabar. Bener gak???

Sungguh ujian itu sesuatu banget… Seperti lirik lagu di awal. Ujian itu sesuatu yang panas seperti panasnya terik sang surya, namun hadirnya memberikan berjuta karunia. Karunia untuk hidup kita menjadi lebih baik dan bermakna. Ibarat air yang terus bergerak, gerakan air menyebabkan ia menjadi air yang sehat yang kaya akan oksigen. Namun berbeda halnya air yang tenang. Air yang tenang ibarat hidup yang adem ayem tanpa ujian. Air yang tenang menjadi sarang penyakit dan tumbuh berkembangnya bakteri yang menyebabkan air tersebut tidak bermanfaat dan cenderung membahayakan.

Ujian itu sesuatu banget… sesuatu yang membuat kita tak bertekuk lutut dalam pelukan putus asa dan bersimpuh di hadapan duka tanpa mau berusaha. Karena ujian memaksa kita untuk selalu berusaha dan bekerja keras agar berhasil atau sekiranya gagal, maka kita akan bersungguh dalam ujian susulan untuk dapat melewatinya.

Oleh sebab itu, hadapilah segala tantangan dan sambutlah harimu dengan suka cita. Hadapilah segala ujian karena sungguh dalam kesulitan pasti ada kemudahan. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Qs Al Insyirah: 5-6).

Dan kepada setiap ujian yang datang hadapilah sobat… hadapilah… dan yakinlah Allah bersama kita dan yakinlah kemenangan dan pertolongan Allah akan segera datang. “Nashru minallah wa fathun kariib…”. Wallahu’alam bi Ash Showab.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 6,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur.

Lihat Juga

Kasih Sayang Sepanjang Masa