Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Introspeksi Akhir Tahun

Introspeksi Akhir Tahun

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (mobavatar.com)
Ilustrasi. (mobavatar.com)

dakwatuna.com Tak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2012. Sedih susah, gundah gulana, galau berjaya, bahagia dan damai bercampur aduk menjadi satu. Waktu yang kita punya selama tahun 2012 akan segera berakhir. Waktu yang notabene jumlahnya sama, 365 hari. Namun, dengan waktu yang sama tersebut, setiap orang memiliki output atau hasil yang berbeda. Waktu tidaklah dapat kembali, tetapi pelajaran yang tertinggal dapat dipetik hikmahnya. “Kita diberikan 2 kenikmatan yang kebanyakan orang lalai di dalamnya: kesehatan dan waktu senggang”.  Kita dapat mensyukuri nikmat waktu tersebut dengan manajemen waktu yang baik, sehingga fokus kita pun lebih baik, dan tentunya kita lebih produktif.

“Lapang sebelum sempit, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, hidup sebelum mati”. Nasihat dalam lagu Raihan yang mungkin sudah sering terdengar. Hal yang menarik adalah setiap kita menyerapnya dengan porsi yang berbeda. Namun, dengan porsi tersebut hendaknya kita mampu mengintrospeksi diri kita masing-masing. Introspeksi maksudnya adalah bagaimana kita dapat mengoreksi kesalahan dan meningkatkan kapasitas diri.

Dalam berinstrospeksi tentu ada parameternya. Parameter bagaikan statiska yang mengukur fluktuasi perubahan. Perubahan dalam kehidupan selalu terjadi. Setiap harinya, tantangan kehidupan itu semakin meningkat, yang dulunya bersosial dalam kompleks sekolahan, kemudian perkuliahan, dan sekarang tentunya dalam kemasyarakatan. Nah, parameter dari berinstrospeksi adalah bagaimana kapasitas kita dapat terus ditingkatkan sesuai kebutuhan yang juga meningkat.

Tahun 2012 hendaknya dapat kita tutup dengan rangkaian introspeksi, menyadari kekurangan dan berusaha meningkatkan kapasitas diri. Percuma ada banyak hal yang bisa dikerjakan tapi tidak ada valuenya atau tidak bernilai karena kurangnya kapasitas diri. Untuk itu memasuki tahun 2013 ada baiknya kita membuat sebuah resolusi atau target-target yang ingin dicapai. Karena dengan resolusi berarti kita membangun visi yang jelas. Yang nantinya, visi membawa misi-misi untuk mencapai target tersebut.

Seorang yang kreatif adalah yang mampu mencapai torehan-torehan prestasi dalam hidupnya. Untuk itu dia akan berusaha memperbaiki dirinya. Sehingga dia tidak merugi, harinya sekarang menjadi bernilai, dan di masa depan kontribusinya kepada kebermanfaatan semakin besar. “Sungguh merugi orang yang hari ini sama saja seperti hari kemarin”.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ahmad El Fatah
Mahasiswa S1, Teknik Industri, Universitas Marmara, Turki.

Lihat Juga

anti zionis

Sebuah Rencana Besar Zionis Untuk Menguasai Dunia di Akhir Zaman (Bagian ke-1)