Home / Berita / Internasional / Amerika / Politisi Kanada: Kami Siap Bantu Umat Islam Lawan Islamofobia

Politisi Kanada: Kami Siap Bantu Umat Islam Lawan Islamofobia

Politisi Kanada, Justin Trudeau meminta masyarakat Kanada lebih menghargai umat Islam. (onislam.net)
Politisi Kanada, Justin Trudeau meminta masyarakat Kanada lebih menghargai umat Islam. (onislam.net)

dakwatuna.com – Toronto. Politisi Kanada, Justin Trudeau meminta masyarakat Kanada lebih menghargai umat Islam. Sebab, umat Islam merupakan bagian dari dari keberagaman Kanada.

“Kanada adalah tempat yang terbuka bagi semua, kelas menengah yang luas dan beragam. Semua orang dengan harapan dan tantangan datang bersama untuk menemukan persamaan,” ungkap dia dihadapan 20 ribu peserta konvensi Reviving the Islamic Spirit (RIS), seperti dikutip onislam.net, Rabu (26/12).

Menurut Tredeau, serangan kebencian yang masih terjadi tidak perlu membuat khawatir komunitas Muslim. Itu karena, Kanada akan mendukung setiap usaha untuk mengatasi masalah Islamofobia.

“Anda sekalian perlu mengetahui bahwa kami siap membantu,” kata dia. Bantuan itu, lanjut Trudeau, bukanlah mimpi.

Saat ini, Kanada telah memelihara toleransi dengan baik. Satu hal yang mungkin sulit dicapai negara Barat lainnya. “Jadi, mari kita bicara tentang penerimaan, pengertian, rasa hormat dan persahabatan,” ucapnya.

Direktur RIS Fouzan Khan mengatakan, sangat disayangkan apabila masih terjadi serangan islamofobia. Termasuk, serangan baru-baru ini yang bertujuan menggagalkan konvensi RIS.

“Sangat disayangkan. Serangan itu ada. Ini mengingat banyak hal yang telah dilakukan oleh RIS,” ucap dia.

Selama satu dekade terakhir, RIS telah menjadi wadah utama dari para pemikir dunia untuk membahas masalah umat Islam di Barat. Konsistensi itu terus dijaga. Pada tahun ini misalnya, konvensi RIS mengambil narasi “Cahaya Ilahi untuk Kebenaran : Cahaya Nabi Muhammad SAW Ditengah Kehidupan Modern.”

Hadir dalam konvensi itu, Sheikh Abdallah Bin Bayyah, Karen Armstrong, dan Dr Seyyed Hossein Nasr. Juga hadir mufti besar Bosnia Mustafa Ceric, ulama Habib Ali Al-Jifri, Tariq Ramadan, pendeta Koptik Mesir Amr Khaled, Dr Aisha al-Adawiyya, Dr Tawfique Chowdhury, Yasmin Mogahed, dan Edina Lekovic.

Juru bicara RIS, Farhia Ahmed mengatakan, konvensi ini selalu berbicara tentang promosi perdamaian dan toleransi. “Apa yang telah dibahas dalam RIS telah melahirkan satu pemahaman yang baik tentang Islam dalam konteks modern. Pada gilirannya, ini akan membantu umat Islam dari generasi kedua dan ketiga untuk memberikan kontribusi,” ucapnya. (Setyanadivita Livikacansera/Agung Sasongko/ROL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi. (vm-kompania.com)

Implementasi Perkembangan Praktik Audit Syariah di Bank Islam Malaysia