Home / Berita / Daerah / Wartawan, Santri, dan Aktivis Ormas di Aceh Larut dalam Dzikir Mengenang Tsunami

Wartawan, Santri, dan Aktivis Ormas di Aceh Larut dalam Dzikir Mengenang Tsunami

Acara Refleksi dan Doa Bersama untuk mengenang para syuhada tsunami, yang dilaksanakan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI), di Rumoh Aceh Kopi Luwak, Jeulingke, Banda Aceh, Rabu (26/12/2012). (Serambi Indonesia/Arif Ramdan)
Acara Refleksi dan Doa Bersama untuk mengenang para syuhada tsunami, yang dilaksanakan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI), di Rumoh Aceh Kopi Luwak, Jeulingke, Banda Aceh, Rabu (26/12/2012). (Serambi Indonesia/Arif Ramdan)

dakwatuna.com – Banda Aceh. Puluhan wartawan, santri dan aktivis ormas Islam di Banda Aceh, larut dalam doa dan zikir saat mengenang kembali bencana gempa bumi dan tsunami yang merenggut 200 ribu lebih jiwa rakyat Aceh, Minggu 26 Desember 2004 lalu. Sebanyak 27 wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik yang bertugas di Aceh, menjadi syuhada dalam bencana tersebut.

Acara “Refleksi dan Doa Bersama” untuk mengenang para syuhada tsunami, yang dilaksanakan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI), di Rumoh Aceh Kopi Luwak, Jeulingke, Banda Aceh, Rabu (26/12/2012) berlangsung khidmat.

Para wartawan dan santri serta aktivis ormas Islam larut dalam bacaan surat Yasin, zikir, dan doa yang dipimpin oleh Tgk Yasir, guru di Markaz Al-Islah Al-Aziziyah, Luengbata, Banda Aceh, dan Tgk Mulyadi Nurdin, Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Kota Banda Aceh.

Juru bicara KWPSI, Azhari mengatakan, acara ini dilaksanakan oleh KWPSI untuk mengenang kembali para wartawan yang menjadi syuhada dalam musibah tsunami delapan tahun lalu.

“Hari ini, di sini di lokasi yang pernah hancur lebur diterjang tsunami, kita seperti merasakan kembali kehadiran teman-teman kita yang telah menjadi syuhada. Mereka telah mendapatkan pahala syahid, semoga bencana-bencana ini terus menjadi peringatan bagi kita,” ungkap Azhari, wartawan Kantor Berita Antara Biro Aceh ini.

Ketua Ikadi Aceh, Tgk Mulyadi Nurdin dalam tausiyahnya mengulas panjang lebar tentang bencana-bencana besar yang pernah terjadi dalam sejarah umat manusia.

Kisah bencana-bencana seperti yang menimpa Aceh delapan tahun lalu, bahkan yang lebih besar dari itu, pernah juga menimpa umat-umat sebelum kita. Cukup banyak ayat Alquran mengisahkan tentang bermacam bentuk bencana sangat dahsyat yang menimpa umat nabi terdahulu,” ungkap Mulyadi.

Ia pun mengajak peserta yang hadir pada acara tersebut untuk terus meningkatkan keimanan kepada Allah Swt.

“Kita harus selalu belajar dari Alquran, karena Alquran telah menyediakan segala informasi untuk menuntun kita agar selamat di dunia dan akhirat,” demikian Tgk Mulyadi Nurdin. (tribunnews)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

29 Pahlawan Berlatarbelakang Santri