09:59 - Rabu, 30 Juli 2014

Ada Ahmad Heryawan, Kepala Kerbau Tak Lagi Dilarung Saat Syukur Laut Tasikmalaya

Rubrik: Daerah | Kontributor: dakwatuna.com - 25/12/12 | 18:03 | 11 Safar 1434 H

Gubenur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengangkat ikan laut hasil tangkapan nelayan Pamayangsari, Tasikmalaya, Jabar. Selasa (25/12). Heryawan hadiri acara syukur laut yg diadakan oleh nelayan Pamayangsari kecamatan Cipatujah kabupaten Tasikmalaya. (ANTARA FOTO/pd/HO/12)

Gubenur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengangkat ikan laut hasil tangkapan nelayan Pamayangsari, Tasikmalaya, Jabar. Selasa (25/12). Heryawan hadiri acara syukur laut yg diadakan oleh nelayan Pamayangsari kecamatan Cipatujah kabupaten Tasikmalaya. (ANTARA FOTO/pd/HO/12)

dakwatuna.com – Kegiatan Syukur Laut di Pamayangsari, Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya sukses dilaksanakan, Selasa pagi (25/12). Dalam acara Syukur Laut tahun sebelumnya, biasanya dilarung Jampana, yakni sejenis replika rumah yang dihias dengan berbagai aksesoris. Jampana tersebut diisi dengan kepala kerbau dan berbagai makanan serta umbi-umbian.

Namun kini para Nelayan Pamayangsari tidak lagi memasukan kepala kerbau dalam jampana yang dilarung di lepas pantai tersebut.

“Jampana yang dilarung tidak berisi apa-apa. Ini hanyalah sebagai simbol rasa syukur para nelayan,” kata Dedi Mulyadi, Ketua Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kab Tasikmalaya yang ketua panitia Syukur Laut 2012.

Uniknya, Jampana yang berukuran sekitar 1 x 2 m tersebut dilarung Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Menurut Dedi, kegiatan syukur laut adalah kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan pada setiap akhir tahun.

“Setelah sekian puluh kalinya kami melaksanakan kegiatan Syukur Laut, baru tahun ini dihadiri pejabat sekelas Gubernur, ditambah lagi didampingi oleh Bupati Kab Tasikmalaya Uu Ruzhanul. Membuat kebahagiaan ini terasa begitu besar,” ungkap Dedi. (arp/RMOL)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (11 orang menilai, rata-rata: 9,73 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • Akkumaru Rz

    Hati-hati terjatuh ke perkara syirik. Syukur itu sudah ada contohnya; tidak perlu pakai menghanyutkan jempana ke laut, baik kosong maupun isi.

  • Muhammad ‘Abdullah

    ngelarung sesajen ke lautan (meskipun ga apke kepala kerbau) itu bersyukur ke siapa? pada Allah kah? yg jelas bukan. itu bersyukur ke ‘penghuni/dewa’ lautan. jelas ini perkara ibadah yg ditunjukkan pada selain Allah, alias syirik. Masa sekelas Dr(Hc) (terlebih lagi gelar Lc nya itu) ga ngerti asal muasal ritual ini, ? atau karena pencitraan menjelang kampanye makanya dilibas aja ya? allahulmusta’an..

    • Muhammad ‘Abdullah

      padahal saya pernah baca di platform PKS, untuk sisi kebudayaan, salah satu visinya ialah untuk menghilangkan kebudayaan yg mengandung unsur kesyirikan.. tapi ini :’(

      • akardhian

        sabar kawan.. harus perlahan, kasus seperti ini tidak bisa dgn cara palu godam
        apakah masjid kudus bercorak pura bisa dikatakan syirik…?

Iklan negatif? Laporkan!
100 queries in 1,179 seconds.