Home / Berita / Nasional / Pertumbuhan Aset Perbankan Syariah di Priangan Timur Lampaui Nasional

Pertumbuhan Aset Perbankan Syariah di Priangan Timur Lampaui Nasional

Ilustrasi. (RoL)
Ilustrasi. (RoL)

ankdakwatuna.com – Tasikmalaya. Aset perbankan syariah di wilayah Priangan Timur mencapai 6,8% terhadap aset bank konvensional melampaui pertumbuhan aset perbankan syariah nasional.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Isa Anshory mengatakan total aset perbankan syariah mencapai Rp930 miliar atau 6,8% terhadap perbankan konvensional di wilayah tersebut sebesar Rp13,9 triliun.

“Pertumbuhan aset perbankan syariah di Priangan Timur mampu melebihi pertumbuhan aset perbankan syariah nasional yang perbandingannya masih di bawah 5% terhadap bank konvensional,” katanya di sela-sela Syariah Ekspo Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia Tasikmalaya, Sabtu, (22/12).

Isa berharap upaya sosialisasi perbankan syariah agar terus diperluas, untuk mendukung pertumbuhan perbankan syariah berkontribusi lebih besar terhadap sektor keuangan di Priangan Timur.

Menurutnya, perbankan syariah harus meningkatkan edukasi tentang industri keuangan syariah dan membuka akses layanan bagi masyarakat lebih luas.

Di tempat yang sama, Direktur Perbankan Syariah Bank Indonesia Ahmad Buchori menuturkan diperlukan berbagai pendekatan untuk menyosialisasikan perbankan syariah secara lebih luas terutama pola edukasi yang lebih dekat ke masyarakat.

Menurutnya, berdasarkan pengelaman sosialisasi perbankan syariah, setidaknya ada beberapa tipe masyarakat dalam menggunakan layanan dan produk perbankan di Indonesia, di antaranya tipe loyalis yang menggunakan layanan dan produk perbankan syariah tanpa mempertanyakan kondisinya. “Ada juga nasabah yang hanya ikut-ikutan, dan sebagian lagi yang berorientasi keuntungan.”

Namun demikian, katanya, nasabah yang perlu mendapatkan edukasi lebih baik adalah masyarakat luas yang sudah merasa nyaman dengan layanan bank konvensional sehingga belum terbuka untuk menggunakan layanan perbankan syariah.

Dia menambahkan, strategi sosialisasi perbankan syariah juga harus menginformasikan kepada masyarakat tentang manfaat bank syariah. “Misalnya menabung, SMS banking, trasfer itu bisa juga dilakukan di bank syariah,” ujarnya.

Pada kesempata itu, BNI Syariah Tasikmalaya optimistis dapat mendongkrak pertumbuhan aset dua kali lipat dari tahun ini sebesar Rp200 miliar yang terindikasi dari operasional pada tahun pertamanya yang tumbuh signifikan.

Manager BNI Syariah Tasikmalaya Iman Hadiman mengatakan, target tersebut diproyeksikan dari pembiayaan sebesar 40% dengan produk yang diunggulkan masih di pasar pembiayaan perumahan syariah (BNI Griya Syariah).

“Memang target tersebut cukup tinggi karena melihat Tasikmalaya sangat potensial dalam bisnis perbankan syariah,” katanya.

Iman menjelaskan untuk penghimpunan dana dan pembiayaan masih bertumpu pada sektor ritel, sedangkan pasar korporasi sangat kecil. (k55/Bsi)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Tugas dan Peran Auditor Di Lembaga Keuangan Syariah