16:49 - Rabu, 23 April 2014

Ternyata Jokowi Larang Partai atau Perusahaan Bikin Posko di Lokasi Banjir

Rubrik: Daerah | Kontributor: dakwatun - 24/12/12 | 22:55 | 10 Safar 1434 H

Warga membawa anak dengan ember ketika banjir merendam Kampung Arus, Cawang, Jakarta, Senin (24/12). Ratusan rumah di kampung Arus terendam banjir setinggi 1-2 meter akibat luapan Sungai Ciliwung. (ANTARA/M Agung Rajasa/Koz/mes/12.)

Warga membawa anak dengan ember ketika banjir merendam Kampung Arus, Cawang, Jakarta, Senin (24/12). Ratusan rumah di kampung Arus terendam banjir setinggi 1-2 meter akibat luapan Sungai Ciliwung. (ANTARA/M Agung Rajasa/Koz/mes/12.)

dakwatuna.com – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak ingin bencana banjir yang sedang dialami beberapa wilayah di DKI Jakarta menjadi ajang kampanye atau promosi. Ia tidak mengizinkan partai politik atau perusahaan tertentu mendirikan posko siaga banjir di lokasi korban banjir.

“Kebijakan Pak Gubernur melarang ada posko partai atau perusahaan di lokasi banjir. Arahan beliau, kalau mau menyumbang, langsung ke kelurahan saja biar satu pintu,“ ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta, Arfan Arkilie, sebagaimana dilaporkan Tempo, Ahad, 25 November 2012 yang lalu.

Menurut Arfan, Joko Widodo melakukan kebijakan ini sejak pihaknya melakukan paparan kepada Gubernur DKI Jakarta, 6 November 2012 lalu. “Kata Pak Gubernur, ini bukan ajang kampanye atau promosi, tapi buat kemanusiaan,“ katanya. “Enggak boleh lagi ada bendera partai atau logo perusahaan di lokasi banjir.”

Sejak beberapa wilayah di DKI Jakarta terendam banjir, Joko Widodo kerap mengunjungi lokasi-lokasi yang terkena imbas. Dalam minggu ini, misalnya, ia mengunjungi korban banjir di Kompleks IKPN Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Jokowi juga mengunjungi lokasi tanggul jebol di Kampung Makassar, Halim Perdanakusuma, dan Kedoya. Ia memberikan bantuan berupa beras dan uang tunai.

Untuk mengatasi banjir, Jokowi melakukan beberapa program. Di antaranya, normalisasi beberapa kali besar dan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane. (TRI ARTINING PUTRI/TI)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (14 orang menilai, rata-rata: 6,29 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • panji

    itu sih takut tersaingi aja

    gak taunya sama aja, pencitraan slalu

  • http://www.facebook.com/ariefbayukurniawan Arief Bayu Kurniawan

    ini yg dibawah bego amat yaa. pikiran kq negatif mulu. mau make parpol atau tidak, yang penting kan kita meringankan beban masyarakat yang kena musibah. tujuannya kan itu
    Parpol kan bisa menyalurkan bantuannya ke satu posko di kelurahan, nah trus yang ingin menjadi relawan dapat bergabung dengan posko milik pemerintah sehingga koordinasinya lebih mudah.

  • jon

    bagus… nyumbang tapi tidak ikhlas..

  • al salaly

    jokowi maju terus,,, biar tuhan yg menentukan

  • al salaly

    jokowi maju terus,,, biar tuhan yg menentukan

  • al salaly

    jokowi kerja nyata,,,biar tuhan yg menentukan ,,lihat saja hahahah

  • Dwi Utomo

    Bencana banjir bukan hanya permasalahan pemimpin dalam hal ini Gubernur DKI,tapi harus ada peran serta masyarakat dalam mencegah terjadinya bencana Banjir karena Masyarakat jangan hanya mengJudge Gubernur Jokowi tidak cepat merespon tapi harus ditanggapi secara bijaksana dengan tindakan nyata, yang jadi masalah banyak peminpin kita yang hanya omong kosong ,bisanya hanya menyalahkan dan mengkritik.
    Bencana datangnya memang dari Alam, bukan kesalahan peminpin. dibandingkan pemimpin yang lain Jokowi lebih terlihat kerja nyatanya.

Iklan negatif? Laporkan!
89 queries in 1,099 seconds.