Home / Berita / Internasional / Afrika / Wapres Mesir Mundur Sebagai Bentuk Kenegarawanan, bukan Perlawanan

Wapres Mesir Mundur Sebagai Bentuk Kenegarawanan, bukan Perlawanan

Mahmoud Makky (kiri) dan Presiden Mesir Muhammad Mursi (tengah). (yahoo)
Mahmoud Makky (kiri) dan Presiden Mesir Muhammad Mursi (tengah). (yahoo)

dakwatuna.com – Pasca tumbangnya Mubarak, Mesir tidak memiliki konstitusi, karena konstitusi yang ada telah dibekukan. Referendum undang-undang (tahap pertama dan kedua) yang sudah berjalan, dan dimenangkan oleh pro-konstitusi, adalah dalam rangka untuk memastikan stabilitas di dalam negeri, stabilitas politik, keamanan dan hukum.

Setelah referendum usai, maka Wakil Presiden Mesir, Mahmoud Makky, menyatakan mengundurkan diri lantaran tugasnya mengawal referendum sudah selesai, di samping merasa bidang politik tak cocok untuknya.

Makky yang menjabat Wakil Presiden Mesir sejak Agustus tahun ini mengumumkan pengunduran dirinya hanya beberapa jam setelah polling putaran dua untuk referendum itu resmi ditutup.

“Sifat alami politik tidak sesuai dengan latar belakang profesional saya sebagai hakim,” kata Makky, Sabtu waktu setempat, 22 Desember 2012, seperti dikutip dari situs BBC.

Pria 58 tahun itu juga mengaku sudah ingin mundur sejak 7 November lalu. Tapi, keadaan memaksa dirinya untuk bertahan di posisinya sebagai wakil presiden. Kondisi yang dia maksud adalah konflik Israel di Gaza dan upayanya mengawal suksesnya referendum Konstitusi sebagai pijakan stabilitas Mesir. Langkah Makky ini dinilai sebagai bentuk kenegarawanan, bukan perlawanan terhadap pemerintahan yang sah. Karena dia mundur setelah selesai menjalankan tugas negara.

Referendum tahap kedua sudah terlaksana digelar di 17 propinsi, Sabtu (22/12) dan berdasar perhitungan real count berbagai media menunjukan 71 % rakyat Mesir menyatakan YA menyetujui rancangan Konstitusi. (ahram/ai/hdn)

Redaktur: Ardne

Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi. (wallpaperpanda.com)

Melawan Risiko