22:44 - Selasa, 22 Juli 2014

PKS Ajak Ibu Indonesia Perkuat Peran Keluarga Sebagai Madrasah Bangsa

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 22/12/12 | 19:16 | 08 Safar 1434 H

Ketua Bidang Perempuan DPP PKS Anis Byarwati, SAg. MSi. (twitter)

Ketua Bidang Perempuan DPP PKS Anis Byarwati, SAg. MSi. (twitter)

dakwatuna.com – Jakarta. Perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menaruh perhatian yang sangat tinggi terhadap keutuhan dan ketahanan sebuah keluarga. PKS menilai pembangunan sebuah bangsa sangat efektif dimulai dari setiap keluarga.

Momentum Hari Ibu 22 Desember 2012 ini, Ketua DPP PKS Bidang Perempuan, Anies Byarwati mengajak para ibu di Indonesia untuk menjadikan keluarga sebagai madrasah bangsa. Menurut ibu 8 anak itu, keluarga adalah tempat pendidikan paling pertama dan paling utama bagi putra-putri bangsa. Karenanya, keutuhan dan ketahanan keluarga sangat penting untuk menjadikan keluarga sebagai pusat madrasah bagi generasi bangsa. Dan seorang ibu, memiliki peranan penting dalam sebuah keluarga.

“Jadi seorang ibu itu memiliki peranan yang sangat penting dalam sebuah keluarga. Seorang ibu tentu menjadi ujung tombak pembinaan dan pendidikan di dalam sebuah keluarga, terutama bagi anak-anak. Karena itu kita ingin memperkuat peranan ibu dalam sebuah keluarga,” kata Ketua DPP PKS Bidang Perempuan, Anies Byarwati, Sabtu (22/12/2012) di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang Nomor 82, Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Anis menambahkan bahwa kebaikan-kebaikan yang melekat pada diri seorang ibu akan menjadi modal besar dalam membangun sebuah keluarga bahagia. Ibu menjadi teladan bagi anak-anak. Bersama dengan seorang ayah, ibu harus berperan aktif membangun keluarga bahagia dan mendidik anak-anaknya. Karena itu, Anis menilai menjadi seorang ibu yang pintar, yang mampu mengemas segala persoalan kehidupan dengan cara yang bijak akan membangun keluarganya menjadi keluarga bahagia dan kokoh.

Untuk mendukung itu, PKS membuat berbagai program dan kegiatan yang mampu mewujudkan keutuhan dan ketahanan sebuah keluarga. Salah satu kegiatan untuk memperkuat keluarga adalah Family Expo 2012. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di 33 provinsi seluruh Indonesia. Untuk waktu pelaksanaannya akan diadakan selama bulan Desember ini. Lewat Family Expo 2012 itu, Anis mengatakan bahwa perempuan PKS ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keutuhan keluarga. Keretakan keluarga, menurut dia hanya akan menimbulkan masalah, baik bagi masyarakat, maupun bagi bangsa.

“Keluarga adalah agen mendasar bagi pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya yang berkelanjutan. Jika keluarga lemah maka bangsa pun rapuh. Namun sayangnya, pemahaman semacam ini belum banyak dimiliki oleh para pengambil keputusan, terbukti belum dijadikannya keluarga sebagai nomenklatur yang dipertimbangkan dalam rencana pembangunan nasional ataupun daerah,” jelas Anis.

Dalam Family Expo 2012 itu, Anis mengatakan akan digelar berbagai kegiatan seperti pemberian sejuta buku untuk anak Indonesia, berbagai lomba keluarga, kreativitas anak, talkshow keluarga, dan pameran produk-produk kreasi perempuan Indonesia. Selain itu juga akan dikenalkan berbagai program andalan yang diinisiasi Bidang Perempuan PKS untuk memperkuat keluarga seperti Pos Ekonomi Keluarga (Pos EKa) dan Rumah Keluarga Indonesia (RKI).

“Perempuan PKS telah bergerak di akar rumput melalui Pos Ekonomi Keluarga (Pos EKa) dan Rumah Keluarga Indonesia (RKI). Pos EKa merupakan upaya pelayanan untuk menguatkan ekonomi keluarga. Hingga saat ini, juga telah tersebar lebih dari 800 titik Pos EKa di Nusantara. Sedangkan RKI dibentuk sebagai pusat pengokohan keluarga telah bergerak di seluruh provinsi di Indonesia, ada lebih 100 titik RKI di Nusantara,” jelas Anis.

Anis juga mengungkap bahwa kader-kader PKS, khususnya kader perempuan yang bergerak di Pos EKa dan RKI telah membantu masyarakat ketika mereka mengalami permasalahan dalam keluarga. Melalui upaya pemberian keterampilan yang meningkatkan potensi ekonomi keluarga, konseling keluarga, workshop keluarga sakinah, workshop pra nikah, pendidikan anak usia dini, dan berbagai jenis kegiatan lainnya.

“Kita ingin para perempuan Indonesia, khususnya para ibu, mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa lewat pengokohan keluarga, dengan menjadikan keluarga sebagai madrasah bagi para generasi penerus bangsa, yaitu anak-anak mereka,” tandas Anis. (ist)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (4 orang menilai, rata-rata: 6,75 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
87 queries in 1,414 seconds.