Home / Berita / Nasional / Waiting List Haji Tembus 1,7 Juta Orang

Waiting List Haji Tembus 1,7 Juta Orang

Ilustrasi - Calon Jamaah Haji.
Ilustrasi – Calon Jamaah Haji.

dakwatuna.com – Jakarta. Pemberangkatan jamaah haji periode 2012 tidak mengurangi panjang antrean secara signifikan. Saat ini tercatat masih ada 1.726.786 calon jamaah haji yang masuk dalam daftar tunggu atau waiting list. Kementerian Agama (Kemenag) terus mencari siasat untuk mengatasi penumpukan ini.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Bahrul Hayat di Jakarta kemarin (20/12) mengatakan, memang benar pihaknya akan mengatur potensi penumpukan masyarakat pendaftar ibadah haji. Khususnya untuk jamaah haji reguler. “Sekarang antri sudah banyak. Harus dicarikan pengaturan yang tepat,” kata Bahrul.

Di antara pengaturan yang sedang digodok adalah menaikkan setoran awal biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Sebagaimana diketahui, saat ini pemerintah mematok setoran awal BPIH sebesar Rp 25 juta per jamaah. Rencanya, setoran awal BPIH ini akan dinaikkan menjadi Rp 30 juta per jamaah.

“Memang ada rencana itu (menaikkan setoran awal BPIH, red). Tapi belum diputuskan akan diterapkan mulai kapan,” tandas mantan juru bicara Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) itu. Aturan baru tentang besaran setoran awal ini masih dikaji terus di internal Kemenag. Termasuk juga dikomunikasi dulu dengan Komisi VIII DPR yang membidangi urusan ini.

Kemenag mencatat jika saat ini sudah ada 1,7 juta lebih masyarakat yang masuk dalam daftar tunggu haji reguler. Dengan kuota tetap haji reguler sebesar 194 ribu, maka panjang antrean nasional selama 9 tahun. Rekor panjang antrean haji masih dipegang Provinsi Sulawesi Selatan yakni 14 tahun. Kemudian disusul Provinsi Kalimantan Selatan sepanjang 13 tahun.

Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Anggito Abimanyu telah menginventaris sejumlah perombakan untuk mengembangkan pelayanan urusan haji.

“Kita sudah mengagendakan program unggulan untuk diterapkan mulai tahun ini hingga 2014 nanti,” ujar Anggito dalam forum International Conference on Hajj and Umrah di Jakarta.

Untuk urusan antrean haji, pengembangan yang akan dilakukan Kemenag adalah memberikan kepastian dan keadilan berdasarkan prinsip first come first served. Dengan model ini, tidak ada lagi memesan kursi haji dengan sistem saling serobot atau menggunakan jasa “calo” kursi haji. Entah itu oleh orang luar maupun dalam internal Kemenag. “Kita juga terus meminta kuota tambahan haji,” katanya.

Menurut Anggito, penambahan kuota pokok haji untuk Indonesia bisa menekan laju percepatan antrean haji. Mereka menganalisa jika saat ini muncul tren meningkatnya orang Islam yang semakin mampu membayar setoran awal BPIH.

Perombangkan sistem berikutnya terkait dengan optimalisasi pengelolaan dana haji. Anggito mengatakan jika saat ini banyak dana setoran awal BPIH yang dikelola di bank konvensional. “Secara bertahap, akan kita alihkan dengan metode lelang ke bank syariah,” kata dia.

Persoalan krusial berikutnya tentang dana haji menurut Anggito adalah, perhitungan manfaat dana setoran awal tidak dapat terdeteksi. Anggito mengatakan jika sampai sekarang Kemenag sedang membuat formulasi model perhitungan dan nilai manfaat dana setoran awal haji. (wan/ca)

Sepuluh Besar Antrean Haji Reguler

Provinsi              Pendaftar      Kuota    Masa Tunggu
Sulawesi Selatan           100.917        7.221    14 tahun
Kalimantan Selatan          51.407        3.811    13 tahun
Nangroe Aceh Darussalam     46.843        3.924    12 Tahun
Kalimantan Tengah           15.318        1.349    11 tahun
Jambi                       28.977        2.634    11 tahun
Kalimantan Timur            31.011        2.819    11 tahun
D.I. Yogyakarta             33.143        3.061    11 tahun
Jawa Timur                 358.962       34.165    11 tahun
Bangka Belitung              9.538          913    10 tahun
Nusat Tenggara Barat        46.341        4.494    10 tahun

Keterangan:
– Total pendaftar : 1.726.786
– Total kuota haji reguler : 194.000
– Rata-rata masa tunggu : 9 tahunan
– Data rekapitulasi setelah musim haji 2012 tuntas awal bulan ini.

Sumber: Ditjen Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag)

(tribunnews)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • dana yang mengendap takakurang dari 40 trilyun, selama 9 tahun. berapa itu bagi hasilnya.. di pakai buat bangun pesantren berapa banyak itu

Lihat Juga

Menteri Agama Lukman Hakin Saifuddin mengatakan, hingga saat ini, visa jamaah haji  gelombang dua mendatang belum semua selesai. (kabarmakkah.com)

Hingga kini, Visa Haji Gelombang Dua Belum Selesai

Organization