Home / Berita / Rilis Pers / KAMMI Meluncurkan Sekolah Perempuan Indonesia

KAMMI Meluncurkan Sekolah Perempuan Indonesia

PRESS RELEASE

LAUNCHING SEKOLAH PEREMPUAN INDONESIA

BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PP KAMMI

Jakarta, 20 Desember 2012

Logo Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).
Logo Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

dakwatuna.com Perjuangan gerakan perempuan mulai terformalisasi dan terstruktur sejak posisi perempuan mulai dianggap kaum kelas kedua yang bebas dijadikan objek  diskriminasi dan eksploitasi. Gerakan ini berkembang menjadi gerakan global di setiap negara dengan fokus dan ragam permasalahannya masing-masing. Di Indonesia, organisasi pergerakan perempuan mulai muncul sejak 1912, diilhami perjuangan pahlawan perempuan pada abad ke-19 seperti Martha Cristina Tiahahui, Cut Nyak Dhien, Tjoet Nyak Meutia, R.A. Kartini, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, dan lain-lain. Seiring berjalannya waktu, tepat pada tanggal 22-25 Desember 1928, bertemu dan berhimpunlah pejuang-pejuang perempuan Indonesia dalam sebuah Kongres Perempuan I yang kemudian di tahun 1938 pada kongres III telah diputuskan bahwa tanggal 22 Desember adalah sebagai Hari Ibu.

Ironisnya, dalam perjalanan waktu, perjuangan kaum perempuan dihadapkan banyak masalah seperti perdagangan perempuan, KDRT, rendahnya tingkat pendidikan perempuan, maraknya kematian ibu saat melahirkan, kesehatan reproduksi yang rendah, intimidasi TKW, kriminalitas dan pelecehan terhadap perempuan. Kondisi ini membuat pemerintah dan DPR merumuskan konstitusi untuk melindungi perempuan seperti UU no.23 tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT, Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan dan Kerjasama Pemulihan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (RUU-PTPPO) dan produk hukum lainnya. Namun peraturan itu belum sepenuhnya berjalan baik jika tidak mendapatkan dukungan masyarakat khususnya kaum perempuan dan lemahnya political will pemerintah terhadap kaum perempuan.

Untuk itu, muslimah KAMMI sebagai bagian dari gerakan perempuan Indonesaia, menawarkan sebuah grand design pembentukan karakter perempuan berkualitas yakni cerdas, kontributif, dan mandiri. Muslimah KAMMI memandang perlunya sarana dan wadah untuk meningkatkan ketajaman analisis dan  keefektifan kerja sehingga berujung peningkatan kapasitas perempuan.

Meski begitu, Muslimah KAMMI tidak memungkiri persoalan pendidikan dan rendahnya tingkat kesejahteraan dewasa masih menjadi momok menakutkan yang mengancam keberlangsungan hidup perempuan Indonesia. Budaya patriarkhi masih saja menghantui dan masih banyaknya persepsi bahwa tugas perempuan hanya untuk masak, berdandan dan melahirkan sehingga pendidikan perempuan terpinggirkan.

Oleh karena itu, Bidang Pemberdayaan Perempuan (BPP) PP KAMMI di penghujung tahun 2012 mengadakan launching Sekolah Perempuan Indonesia (SPI). SPI bertujuan sebagai ikhtiar pemerataan kapasitas perempuan Indonesia, baik fikir, skill dan mental. SPI terdiri dari empat kurikulum pokok disaring dari aspirasi dan kebutuhan perempuan di tiap-tiap daerah, yang kemudian disusun oleh orang-orang yang kapabel di bidangnya, diantaranya: Pramitha Sari dan Diah Maryani sebagai pembuat kurikulum dengan tema kesehatan, Siti Kholilah dan Iis Purwaningsih dengan kurikulum tema pendidikan, Franciska Sukmadewi Megawati dan Asih Supriatin dengan Kurikulum bidang ekonomi dan gender Budgeting, Endang Dzunuraini dan Indriyani Agustina sebagai pembuat kurikulum berbasis advokasi dan jaminan hak konstitusi perempuan.

Demikian press release ini kami buat, semoga bisa menjadi semangat tersendiri bagi kaum perempuan Indonesia untuk semakin mengasah dan meningkatkan kapasitasnya di segala bidang.

Pimpinan Pusat

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia

 

 

Emi Rahyuni, S.P

Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan

Mengetahui,

 

 

Muhammad Ilyas, Lc,

Ketua Umum

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Islam di Indonesia, Jangan Ibarat Air Susu Dibalas Air Tuba