07:17 - Minggu, 26 Oktober 2014

Hari Kesetiakawanan Sosial, PKS Ajak Elit Politik Jadi Tauladan Bagi Rakyat

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 20/12/12 | 22:28 | 06 Safar 1434 H

Ketua DPP PKS Bidang Kelembagaan Sosial, Denny Triesnahadi. (ist)

Ketua DPP PKS Bidang Kelembagaan Sosial, Denny Triesnahadi. (ist)

dakwatuna.com – Jakarta. Konflik sosial belakangan ini rentan terjadi di dalam masyarakat Indonesia. Banyak persoalan di masyarakat yang sering disikapi secara emosional oleh kelompok-kelompok sosial.

Konflik sosial yang terjadi tidak saja secara horizontal antar kelompok masyarakat, namun secara vertikal antara masyarakat dengan pemimpinnya yang menjabat di pemerintahan juga tidak jarang terjadi. Rendahnya ketauladanan pemimpin seringkali menjadi salah satu penyebab konflik sosial tercipta.

Karena itu, Hari Kesetiakawanan Sosial yang jatuh setiap 20 Desember 2012 sudah semestinya menjadi momentum bagi para elit di pemerintahan dan politik untuk menjadi pemimpin yang memberi ketauladanan bagaimana berperilaku yang baik dalam hidup berbangsa dan bernegara.

“Pemerintah bisa memanfaatkan momentum ini untuk kampanye betapa pentingnya kesetiakawanan sosial ini. Pemerintah harus bisa memberikan contoh yang baik dalam hal kerjasama,” ujar Ketua DPP PKS Bidang Kelembagaan Sosial, Denny Triesnahadi, di Jakarta, Kamis (20/12/2012).

Menurut Denny, kondisi sosial bangsa Indonesia saat ini masih sangat memprihatinkan. Terjadinya konflik sosial yang belakangan marak terjadi di tengah-tengah warga disebabkan karena idak adanya contoh yang baik dari para pemimpin bangsa. Para pemimpin bangsa saat ini justru banyak memberikan atau mempertontonkan perilaku yang tidak baik, seperti saling berdebat, menghujat, dan menjatuhkan yang tidak jarang berbau fitnah.

“Konflik sosial yang terjadi di masyarakat kita karena mereka mengalami frustasi. Para pemimpin jutru banyak memberikan contoh yang tidak baik, seperti pertengkaran dan perseteruan masih dominan mereka pertontonkan kepada masyarakat,” jelas Denny.

Di tengah kondisi ril masyarakat Indonesia yang banyak terhimpit krisis ekonomi, menurut Denny, tidak sepantasnya masyarakat disuguhkan kepemimpinan yang miskin ketauladanan. Himpitan ekonomi membuat psikologi masyarakat menjadi lebih sensitif dan mudah terprovokasi.

“Masalah-masalah itu membuat masyarakat pendek sumbunya, sehingga mudah tersulut,” kata Denny.

Karena itu, HKSN harus dijadikan momentum yang strategis untuk memicu perbaikan kondisi sosial masyarakat. Menurut Denny, masyarakat Indonesia memerlukan ketauladanan dari pemimpinnya yang santun dan sederhana. Sehingga mereka dapat belajar untuk peduli dengan sesama.

“Jika sikap peduli ini sudah mendarah daging, maka masyarakat tidak akan mudah tersulut emosinya, sehingga konflik-konflik antar warga itu dapat diredam, tidak perlu terjadi,” jelas Denny.

“Pemerintah bisa memanfaatkan momentum ini untuk kampanye betapa pentingnya kesetiakawanan sosial ini. Pemerintah harus bisa memberikan contoh yang baik dalam hal kerjasama dan kepedulian,” kata Denny.

Denny juga berharap masyarakat negeri ini ikut berkontribusi membangun bangsa dengan menjaga keharmonisan hubungan sesama warga, menghindari konflik, dan mulai peduli dengan orang lain.

“Dalam hal ini, peranan PKS selama ini jelas. Kita berkomitmen untuk selalu di depan dalam masalah kepedulian. Seperti setiap ada bencana, dalam hal bantuan sosial, kita tidak pernah absen. Bahkan itu sudah terbangun sejak partai ini belum dirintis. Kebiasaan itu sudah biasa dilakukan oleh para aktivisnya. Karena itu, kami mengajak semua elemen bangsa untu saling peduli sesama. Karena lewat kepedulian itu lah akan tumbuh kesetiakawanan sosial di tengah-tengah masyarakat kita,” pungkas Denny.*

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (2 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.facebook.com/setiawanmorinho Fuji Interisti Setiawan

    DULU MUNGKIN ANA MASIH PERCAYA SAMA NI PARTAI,tapi sekarang semuanya cuma omong kosong,setelah nyebur kedunia permafian berdasi..akhirnya ana tau…ana cua kasihan sama orang di bawah yg sangat membela ni partai sampe debat abis abisan, ana cuman bisa ketawa padahal elitnya sama aja,ujungnya ego masing2.

Iklan negatif? Laporkan!
102 queries in 1,469 seconds.