Home / Berita / Internasional / Asia / Rusia Desak Israel Bekukan Rencana Pembangunan Permukiman

Rusia Desak Israel Bekukan Rencana Pembangunan Permukiman

Permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat dekat Yerusalem (Al-Quds), 7 Juni 2012. (REUTERS/Ronen Zvulun/Files)
Permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat dekat Yerusalem (Al-Quds), 7 Juni 2012. (REUTERS/Ronen Zvulun/Files)

dakwatuna.com – New York. Rusia, Rabu (19/12), menyerukan kepada Israel agar menghentikan rencana pembangunan permukiman di wilayah Palestina yang didudukinya dan memperlihatkan pengekangan diri serta menahan diri dari tindakan sepihak.

Pernyataan tersebut dikeluarkan saat Vitaly Churkin, Wakil Tetap Rusia untuk PBB, berbicara kepada pers setelah pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB tentang situasi di Timur Tengah, termasuk kegiatan pembangunan permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

“Di antara keprihatinan utama ialah kegiatan permukiman Israel di wilayah pendudukan Palestina, termasuk Jerusalem Timur dan keputusan untuk membekukan pengiriman pajak dan hasil bea cukai buat Pemerintah Otonomi Nasional Palestina,” kata Churkin.

“Bukan hanya itu secara negatif mempengaruhi hubungan Israel-Palestina, tapi juga membuat penerapan formula penyelesaian dua-negara jadi dipertanyakan,” katanya.

Penyelesaian dua-negara, yang mendapat dukungan luas masyarakat internasional, berarti Israel yang aman hidup dalam kedamaian dengan Negara Palestina Merdeka.

Belum lama ini, Israel telah menyetujui beberapa rencana permukiman buat ribuan rumah baru di Tepi Barat Sungai Jordan dan Jerusalem Timur, yang direbut Israel pada 1967, sehingga membuat Presiden Pemerintah Otonomi Nasional Palestina Mahmoud Abbas menuduh Israel melewati garis merah. (Ant/OL-11/MICOM)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Sebelum Lengser, Obama Diminta Mantan Presiden AS Ini Akui Negara Palestina