Home / Berita / Internasional / Asia / Ini Dia Penyebab Bank Syariah di Malaysia Tumbuh Kuat

Ini Dia Penyebab Bank Syariah di Malaysia Tumbuh Kuat

Gubernur Bank Negara Malaysia, Zeti Akhtar Aziz. (Reuters/Bazuki Muhammad)
Gubernur Bank Negara Malaysia, Zeti Akhtar Aziz. (Reuters/Bazuki Muhammad)

dakwatuna.comPerbankan syariah yang kini menguasai pasar Malaysia tidak dicapai dengan mudah. Perlu waktu panjang dalam proses ini.

Hal itu disampaikan Gubernur Bank Negara Malaysia, Zeti Akhtar Aziz, dalam acara bertajuk “The IDB Regional Lecture Series on Islamic Economics, Finance and Banking” di Bank Indonesia, Rabu, 19 Desember 2012. Zeti mengatakan, industri perbankan syariah di Malaysia memerlukan waktu cukup lama untuk bisa sekuat saat ini.

“Prosesnya sangat lama, sudah berlangsung sejak masa PM Mahathir. Tidak sedikit orang yang mempertanyakan dan menantang sistem ini, bahkan di dalam Bank Negara Malaysia sendiri,” ujarnya.

Zeti menjelaskan, tiap institusi pemerintah yang terkait dengan syariah ikut dalam berbagai pembahasan, sehingga perlahan terjadi kesepahaman dan dukungan yang dibutuhkan. Salah satu faktor yang membuat perbankan syariah kuat adalah Bank Sentral Malaysia mewajibkan perbankannya memiliki semacam unit syariah.

Dia juga menambahkan, salah satu faktor yang membuat perbankan syariah di Malaysia kuat, karena Bank Sentral Malaysia mewajibkan perbankannya memiliki dewan syariah tersendiri, yang anggotanya berasal dari berbagai negara.
Selain itu, setiap lembaga keuangan harus memiliki komite syariah, dan anggotanya harus mendapat persetujuan Bank Negara Malaysia dan dievaluasi secara berkala.

“Kami memastikan semuanya sesuai dengan prinsip syariah. Syariah memang butuh support, karena kalau tidak mereka sulit tumbuh dengan optimal,” jelasnya.

Zeti menilai industri perbankan syariah di Indonesia bisa terus meningkat. Sebab, pasar Indonesia memiliki permintaan yang cukup tinggi.

Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, sependapat bahwa potensi perkembangan industri perbankan syariah cukup besar di Indonesia. Ia melihat industri ini tidak rentan terhadap ancaman krisis global.

“Sistem keuangan syariah sebagai elemen dari sistem keuangan dan ke depan perlu pula dijaga stabilitas sistemnya,” kata Darmin.

Ia menambahkan, sistem keuangan syariah memiliki karakteristik dasar yang menyatu. Bahkan, bisa menjadi sistem yang kuat, dengan syarat berbagai disiplin diajarkan dalam nilai syariah dapat dilaksanakan secara baik. (art/vivanews)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Tugas dan Peran Auditor Di Lembaga Keuangan Syariah