Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Ikatlah Ilmu dengan Tulisan

Ikatlah Ilmu dengan Tulisan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Judul : Ikatlah Ilmu dengan Tulisan
Penulis : Husnun N Djuraid
Penerbit : Aura Pustaka – Yogyakarta
ISBN : 978-602-996-9-191
Terbit : Cetakan II; September 2012
Tebal : xviii + 202 halaman
Harga : Rp. 50.000,00
Mengikat Ilmu dengan Tulisan

 

Cover buku "Ikatlah Ilmu dengan Tulisan".
Cover buku “Ikatlah Ilmu dengan Tulisan”.

dakwatuna.com – Hidup adalah rangkaian misteri yang harus selalu dimaknai dengan berbuat baik terhadap sesama. Apapun yang terjadi, berpikir positif adalah kuncinya. Sayangnya, kita hidup di era kemelimpahan informasi yang tidak selalu bernada positif. Sehingga diperlukan kejernihan berpikir, sudut pandang yang tepat dalam menyikapi setiap persoalan. Dalam tahap ini, kita memerlukan adanya sosok yang bisa saling menasihati tanpa menggurui. Agar kita selalu pada jalan yang benar, agar hati tak tersakiti lantaran cara menasihati yang salah.

Buku Karya Husnun N Djuraid ini berisi segala macam aktivitas kehidupan yang beliau lihat dari kacamata yang berbeda. Menariknya, buku ini memakai sudut pandang penulis sebagai pencerita tunggal. Sangat tajam dalam analisa, juga mengena dalam esensi. Banyak sekali muatan ayat maupun hadits yang diinfiltrasikan penulis dalam bukunya ini. Namun, ayat dan hadits itu dikemas dengan ‘ciamik’ sehingga tidak ada kesan ceramah atau menggurui sedikit pun. Cerdas! Penulis juga dengan piawai memasukkan kata-kata serapan dari berbagai macam bahasa ke dalam tulisannya itu, sehingga rame rasanya, hidup tulisannya.

Buku ini, mengajak kita untuk berpikir tentang kemestian hidup. Bahwa hidup yang sekarang kita jalani ini bukanlah main-main. Hidup ini adalah amanah dari Sang Pencipta, dan kelak kita harus mempertanggungjawabkannya di hari penghitungan. Sehingga buku ini, layak kita renungkan isinya, agar hidup lebih hidup.

Penulis yang merupakan wartawan senior ini begitu piawai menafsirkan segala apa yang dia hadapi atau dia lihat menjadi sebuah kemasan asyik yang begitu menyentak. Bahkan, cerita ketika beliau ditilang, berhasil dikemas ke dalam sebuah ajakan untuk tidak mudah memberi ataupun menerima suap. Karena kata penulis mengutip Sabda Nabi, “Pemberi dan penerima suap masuk neraka.”

Selain itu, buku ini memberikan kepada kita sebuah pemahaman baru. Bahwa kebaikan bisa dikemas sedemikian rupa, dengan berbagai macam cara dan bentuk. Sehingga kebaikan bisa tepat sasaran. Bukan sekadar retorika yang minim makna. Melainkan sebuah pekerjaan sederhana yang bisa kita lakukan di manapun, termasuk di media maya yang akhir-akhir ini sering digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain sebagai renungan pribadi, buku ini juga merupakan kritik sosial terhadap pemerintah. Sebagaimana terdapat dalam halaman 55 dan 56 ketika penulis membahas tentang Neojahiliyahisme. Kata Penulis, “Lantas, bagaimana dengan bangsa kita? Apakah berhasil keluar dari kejahiliyahan yang sangat parah ini? Korupsi dengan segala macam turunannya telah merusak kehidupan bangsa ini. Uang 25 milyar yang seharusnya bisa dipakai untuk memperbaiki ribuan sekolah yang rusak, malah dinikmati beberapa gelintir manusia.” Ujar beliau ketika mengkritisi petugas pajak kelas rendahan yang rekeningnya berisi 25 milyar rupiah.

Lanjut beliau, “Uang Rp 70 milyar seharusnya bisa dipakai untuk memperbaiki dan membangun irigasi agar para petani bisa lancar bertanam padi. Uang itu bisa juga dipakai untuk pengadaan pupuk agar petani tidak menjerit saat musim tanam tiba.”

Pada akhir tulisannya di halaman 56 ini, penulis menyampaikan kritik untuk kita renungkan bersama, “Mungkin perlu kita renungkan bersama, bila keadilan sudah hilang dari suatu negara, tunggu saja kehancurannya.”

Akhirnya, buku ini tak ubahnya snack aneka rasa. Bisa dinikmati di manapun, kapan pun dan dalam keadaan bagaimanapun. Dan buku ini, bukan sembarang snack, melainkan snack double manfaat, untuk menyehatkan pikir juga ruhani kita.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 9,57 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Pirman
Penulis, Pedagang dan Pembelajar
  • alhamdulillah bukunya pak Nun bisa masuk resensi di dakwatuna.com

    • bukunya bagus, alhamdulillah saya bisa meresensinya dan dimuat oleh redaksi dakwatuna. Semoga berlimpah berkah :D

  • keren nih akhi :)

    • hehehehe, ada antum to akh @twitter-181586855:disqus :D
      antum sudah punya bukunya? ana dapat gratis dr Pak haji, :D

Lihat Juga

Hidupmu untuk Apa?